Calon gubernur nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono, menjanjikan bantuan dana bergulir kepada pengusaha UMKM. Bantuan dana itu nantinya akan diberikan kepada pelaku usaha mulai perajin tahu-tempe hingga dan usaha lainnya.
"Alhamdulillah, kita bersilaturahmi di sini. Kita berkumpul memastikan hati kita untuk memilih gubernur baru agar adil dan sejahtera," kata Agus di hadapan warga, saat dirinya mengunjungi perajin tahu dan tempe di Jalan Tipar Selatan, Semper Barat, Jakarta Utara, Selasa (17/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin kurangi kemiskinan. Kita punya Bantuan Langsung Sementara. Kita juga punya dana bergulir untuk pengusaha tahu dan tempe. Ada dana setiap UMKM Rp 50 juta. Total Rp 1 triliun di Jakarta," ujar Agus.
Sementara pasangan nomor urut 2, Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, menganggarkan Rp 1 triliun untuk program UMKM. Djarot menyebut mereka memiliki sejumlah program terkait UMKM itu.
"Untuk UMKM jelas ya, kami ada anggaran ke depan Rp 1 T, kita salurkan melalui Bank DKI dengan bunga yang sangat rendah, itu bagi mereka yang berusaha," ungkap Djarot usai berkampanye di Jalan Damai Raya, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Minggu (22/1).
Jika kembali terpilih, pasangan petahana itu akan menyerahkan aset bermasalah yang ditangani Pemprov DKI untuk dikelola oleh UMKM. Caranya, menurut Djarot, dengan sistem bagi untung.
"Kemudian kita melatih penghuni rusun untuk menciptakan home industry. Banyak sekali dan UMKM bisa tumbuh di mana-mana," ujarnya.
Tidak mau kalah, pasangan nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, juga punya program andalan yang siap menyentuh UMKM. Program itu diberi nama OK OCE.
OK OCE merupakan singkatan dari One Kecamatan One Center for Entrepreneurship, yang disebut Sandiaga akan menjadi fasilitator untuk pelaku usaha kecil. Program OK OCE, yang saat ini tengah berjalan, diyakininya akan menciptakan 200 ribu pelaku usaha baru, bekerja sama dengan lembaga keuangan. Program ini juga dikatakannya akan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Sebagai seorang pengusaha, Sandiaga mengatakan penggunaan teknologi sangat bermanfaat untuk mengembangkan bisnis UMKM. Dia mengambil contoh kesuksesan Airbnb, sebuah jaringan hotel berbasis online yang menawarkan rumah warga sebagai hotel. Menurut Sandiaga, saat ini kesuksesan Airbnb sudah mengalahkan kesuksesan hotel-hotel ternama di dunia.
"Perusahaan hotel terbesar di dunia bukan lagi Hilton, Best Western, dan nama besar lain, tapi perusahaan yang nggak punya kamar, nggak punya room service, nggak punya kolam renang, namanya Airbnb. Itu berbasis online," papar Sandiaga.
"Ke depan, semua UMKM harus berbasis online dan digital. Kalau mau merebut ekonomi kerakyatan, kita harus pakai digital," imbuhnya. (kst/elz)










































