detikcom menyusuri kediaman Nurul Fahmi di Jalan Tanah 80, RT 006/ RW 009, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Di lingkungan tetangga sekitar, Nurul Fahmi lebih dikenal dengan sapaannya, Fahmi, bukan Nurul seperti yang ditulis dalam berita detikcom sebelumnya. detikcom bertemu dengan istri Ketua RT 006/ 009, Annisa. Saat ditanya soal Fahmi ditahan polisi, ia menyesalkan hal tersebut.
"Yang nulis bendera pakai lafaz Allah kan banyak. Kenapa harus Fahmi yang masuk (ditahan), yang ditangkap. Yang kita sesalkan seperti itu," kata Annisa, Minggu (22/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Annisa menilai pribadi Fahmi sebagai orang yang aktif di masjid. Menurutnya, Fahmi juga tidak bergabung dengan Front Pembela Islam (FPI).
"Menurut saya, dia menulis tulisan lafaz Allah di dalam bendera tidak berniat melecehkan. Dia nggak tahu. Dia juga bukan aktif FPI. Hanya ikut-ikut saja," lanjutnya.
Beda halnya saat detikcom bertemu dengan Ketua RW 009, Jumari. Ia menanggapi kasus Fahmi agar ditangani oleh polisi dengan seadil-adilnya.
"Itu kan lambang negara. Kita menyerahkan ke penegak hukum. Kalau salah ya serahkan ke penyidik," ujar Jumari.
Jumari juga sempat menyinggung sosok Fahmi. Menurutnya, Fahmi adalah orang yang seringkali berlaku tempramental.
"Orangnya memang tempramental. Namanya anak muda. Memang mudah tersinggung," ungkapnya. (nkn/van)











































