Strategi Agus, Ahok, dan Anies Jaring Pemilih di Pilkada DKI

Strategi Agus, Ahok, dan Anies Jaring Pemilih di Pilkada DKI

Andhika Prasetia - detikNews
Minggu, 22 Jan 2017 05:17 WIB
Strategi Agus, Ahok, dan Anies Jaring Pemilih di Pilkada DKI
Foto: Dok. Instgram Anies dan Sandiaga
Jakarta - Hasil survei sejumlah lembaga menunjukkan elektabilitas tiga pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta bersaing ketat pasca-debat KPU pekan lalu. Setiap pasangan calon tentunya memiliki strategi masing-masing untuk menjaring pemilih.

Ketiga calon gubernur yakni Agus Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Anies Baswedan memiliki strategi untuk merebut hati para pemilih. Agus dan Anies memaparkan strategi untuk merebut hati pemilih menengah ke atas, sementara Ahok untuk pemilih pemula.

Lantas, seperti apakah strategi Agus, Ahok, dan Anies menggaet pemilih dari berbagai segmen? Berikut pendapat mereka:

Agus Yudhoyono Gaet Pemilih Menengah ke Atas

Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Hasil survei LSI Denny JA menunjukkan pasangan calon Agus-Sylvi mayoritas dipilih kalangan menengah ke bawah. Agus menginginkan stabilitas keamanan hingga kebhinnekaan untuk pemilih menengah ke atas.

"Saya meyakinkan pada mereka tentu itulah yang jadi komitmen saya meyakinkan keamanan, stabilitas, dan kebhinekaan kesatuan itu benar-benar tak hanya terwujud, tapi juga akan terpelihara," kata Agus di posko pemenangannya di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/1).

Agus mengatakan stabilitas keamanan adalah keinginan golongan menengah ke atas. Ia berjanji akan mewujudkannya bila terpilih kelak.

"Kami berharap mereka memahami bahwa kami juga memiliki komitmen untuk membangun ekonomi Jakarta semakin baik lagi, membuka berbagai lapangan pekerjaan, dan yang jelas meningkatkan kesejahteraan bagi semua," ucapnya.

Ahok Kepada Pemilih Pemula: Mereka Harus Kenal Calon

Foto: Bisma Alief/detikcom
Berbeda dengan Agus, Ahok menjelaskan strategi untuk menarik hati pemilih pemula. Hal ini karena dari 7 juta calon pemilih yang akan memberikan suara mereka pada Pilgub DKI 2017. Dari sekitar 7 juta calon pemilih itu, 598.198 di antaranya merupakan calon pemilih pemula.

"Kita harus berusaha teman-teman kita di lapangan meyakinkan mereka (pemilih pemula) mengenal Ahok, makanya pemilih pemula harus kenal. Biasanya pemilih pemula itu, walaupun dia gampang dipengaruhi, tapi dia kan punya keinginan mencari tahu," kata Ahok kepada wartawan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/1).

Karena itu, Ahok merasa beruntung atas kehadiran sosok Rudi Valinka, yang merupakan pemilik Twitter @kurawa sekaligus penulis buku 'A Man Called Ahok'. Sebab, Ahok merasa buku yang ditulis oleh @kurawa tersebut dapat membuka mata para pembacanya, termasuk para pemilih pemula.

"Makanya kalau hal kayak gini perlu tabayun, pemilih pemula perlu diajari isu sesuatu ada anti-hoax, Anda harus cari. Ahok musuh Islam, Ahok penista agama, kamu cari dong, kamu kan anak muda, harusnya ingin lebih tahu. Apalagi ada teknologi bisa cari, zaman teknologi ini sebetulnya nggak bisa menyembunyikan rekam jejak," ujar Ahok.

Anies Manfaatkan Media Sosial untuk Jaring Pemilih Menengah ke Atas

Foto: Dok. Pribadi
Anies Baswedan memiliki strategi untuk menggaet pemilih dari kalangan menengah-atas. Caranya dengan memanfaatkan media sosial.

"Kebanyakan menggunakan media digital (kampanye menengah-atas). Karena kampanye langsung ke warga itu tidak sederhana," ujar Anies saat blusukan di Jalan Sitrun RT 06 RW 10, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (17/1).

Warga menengah-atas, dikatakan Anies, adalah masyarakat yang sibuk dengan pekerjaan. Mereka memiliki waktu minim untuk dikunjungi saat kampanye. Hal ini ditambah perumahan kelas menengah-atas yang terbatas untuk dikunjungi.

"Karena kebanyakan bekerja. Kompleks-kompleks rumahnya tidak seleluasa ketika datang ke kampung-kampung. Jadi kita lewat media sosial, lewat televisi, dan lain-lain," kata cagub nomor urut 3 itu.
Halaman 2 dari 4
(dkp/idh)


Berita Terkait