Pantauan detikcom, Sabtu (21/1/2017) malam, acara Gema Salawat Dalam Rangka Hari Lahir NU ke-91 itu berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali.
Sejak pukul 19.00 WITA, seribuan umat muslim di Bali mulai berkumpul dengan atribut bendera NU dan neon kecil warna-warni, tak ketinggalan bendera Merah Putih menghiasi kerumunan massa yang menyemut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari lahir NU ke-91 mengambil tema menjaga Islam Nusantara yang Rahmatan Lil 'Alamin, merajut kebhinnekaan dan memelihara kebersamaan," kata Syafii di lokasi.
"Tak kalah penting, suksesnya acara ini didukung oleh pecalang dan umat Hindu. Hal yang berkaitan dengan siapapun, yang mengganggu NKRI, termasuk Bali, kami siap melawan," tambahnya.
Acara yang turut dibantu oleh puluhan pecalang ini dipimpin oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo, Jawa Tengah. Habib Syech melantunkan doa untuk keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di seluruh Indonesia.
Seribuan orang hadiri acara salawat di Bali Foto: David/detikcom |
"Ya Allah SWT, kami berharap kedamaian di masyarakat kami. Kami umat Islam adalah umat yang selalu cinta damai, selalu cinta kebaikan. Jadikanlah Denpasar, Bali, dan Indonesia menjadi tempat yang aman, nyaman, tentram dan kebahagiaan. Malam hari ini, kita berkumpul untuk menggapai kedamaian," ujar Habib Syech saat acara dan disusul pekikan amin.
Acara ini juga diramaikan dengan belasan stand makanan halal dan warga NU dari luar Bali. Sebelumnya, PCNU Denpasar sempat menyatakan menolak keberadaan FPI di Bali terkait ucapan Munarman yang menuding pecalang melarang umat muslim menjalankan ibadah salat Jumat. (vid/idh)











































Seribuan orang hadiri acara salawat di Bali Foto: David/detikcom