"Kita sudah ada flashmob, wayang, pasar murah, mancing. Pilkada digunakan dengan silaturahmi yang baik, senyum gembira, tidak dengan mata melotot, bentak-bentak, mengkafirkan orang, menghujat sana-sini. Harus sabar dan santun," ujar Djarot di saat memancing ikan dengan simpatisan Golkar di Meruya, Jakarta Barat, Sabtu (21/1/2017)
Agar pesta demokrasi ini berjalan dengan damai, semua pihak tidak boleh menjatuhkan orang lain, termasuk menghujat pesaingnya. Dengan begitu, demokrasi yang diciptakan adalah demokrasi yang mendidik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot bercerita soal respons positif masyarakat terhadap kinerja Pemprov DKI saat ini. Menurutnya, ada yang mengapresiasi Pemprov mengenai penanganan banjir hingga layanan kesehatan gratis.
"Alhamdulillah masyarakat berterima kasih, waktu di Jakpus warga terima kasih sudah nggak banjir, dapat KJP, beasiswa, operasi caesar pakai BPJS nggak bayar," tuturnya.
Bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Djarot tidak bisa banyak berjanji, melainkan memberikan bukti. Dia mengharapkan partisipasi partai untuk memenangkan pemilihan.
Djarot Saiful Hidayat di acara memancing bersama. (Bartanius Dony A/detikcom) |
"Badja (Basuki-Djarot) tidak bisa berjanji, hanya bisa memberi bukti nyata. Kita ingin parpol dan relawan semakin instan dan sering untuk turun ke bawah menyampaikan apa yang sudah dikerjakan Badja," ujar Djarot.
Pada akhir kunjungannya, Djarot melepaskan dua ember berisi ikan ke kolam pemancingan disertai tepuk tangan dari para peserta. (dkp/fdn)












































Djarot Saiful Hidayat di acara memancing bersama. (Bartanius Dony A/detikcom)