"Kiai Makhtum meninggalnya tadi pagi pukul 06.35 WIB," ujar keponakan Kyai Makhtum, H Aziz Hakim Syaerozie, kepada detikcom, Sabtu (21/1/2017).
Kiai Makhtum merupakan salah satu dari sembilan ulama yang menjadi Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), yang diberikan mandat untuk memilih Rois Syuriah PBNU pada Muktamar NU di Jombang tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Umur Kiai Makhtum juga sudah 79 tahun," tutur Aziz.
Jenazah Kiai Makhtum rencananya akan dikebumikan pada pukul 16.00 WIB di kompleks pemakaman KH Abdul Hannan di Kompleks Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin. Ribuan pelayat sudah datang antara lain
KH Eman Suryaman dan Mustofa Akil.
Sementara itu Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Maman Imanulhaq, merasa kehilangan akan meninggalnya Kiai Makhtum. Maman mendapat kabar duka tersebut dari Dr. KH. Wawan Arwani Syaerozie, pengasuh Pesantren Assalafie, Babakan-Ciwaringin.
"Saya dan seluruh pengurus Lembaga Dakwah sangat berduka. Kita kehilangan ulama yang istiqomah, rendah hati dan berintegritas," ujar Maman dalam rilis kepada detikcom.
Maman menuturkan, bahwa dirinya sering silaturahmi dan mendampingi Kiai Makhtum dalam berbagai acara Istigosah. Kiai Makhtum memang terkenal dengan pengajian istigosah. Ribuan umat datang tiap malam Jumat di Ciwaringin yang dipimpin ulama karismatik ini.
"Kita harus istiqomah dalam menjalankan syariat Islam. Karena kemuliaan hanya saat diperoleh dengan sikap istiqomah," kata Maman mengutip nasihat Kiai Makhtum waktu itu. (nwy/try)











































