"Nggak (terpengaruh). Alhamdulillah nggak," ujar Sylvi di Jl Inpres, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (21/1/2017).
Sylvi bersyukur pemeriksaannya berjalan dengan lancar. Menurutnya, wajar jika seseorang ingin memimpin masyarakat luas, dalam hal ini Jakarta, mendapat begitu banyak ujian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir, dia berterima kasih kepada pihak-pihak dan media yang telah menyampaikan hasil pemeriksaannya dengan objektif. Dia tak berharap kasusnya dimanfaatkan sebuah media untuk kepentingan tersendiri.
"Saya juga berterima kasih sama semua pihak yang mau mengekspos hasilnya maupun mengamati secara benar. Secara objektif bukan karena punya kepentingan-kepentingan," tutupnya.
Sebelumnya Sylvi menyebut ada kekeliruan tentang pemeriksaan yang dilakukan penyidik Bareskrim Polri terhadap dirinya. Menurut Sylvi, kekeliruan yang dimaksud perihal dana bantuan sosial (bansos) yang seharusnya adalah dana hibah.
"Tapi di sini (surat panggilan) adanya kekeliruan, yaitu di sini tentang pengelolaan dana bansos Pemprov DKI Jakarta, padahal ini bukan dana bansos, tapi ini adalah dana hibah," ucap Sylviana setelah 7 jam pemeriksaan di kantor Bareskrim Polri di Gedung Ombudsman RI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (20/1). (gbr/dkp)











































