"Alhamdulillah banyak yang mengunggulkan kami," ujar anggota tim sukses AHY-Sylvi, Didi Irawadi Syamsudin, dalam diskusi bertema 'Antara Survei dan Realitas' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1/2017).
Didi menjelaskan, dalam masa kampanye, tim sukses Agus-Sylvi memang mengutamakan kegiatan menyapa warga di lapangan. Sedangkan survei menjadi panduan untuk merespons keinginan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, anggota timses pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Jerry Sambuaga, mengaku tak terlalu terpengaruh oleh hasil survei. Menurutnya, survei merupakan potret masyarakat hanya dalam kurun waktu data survei saat diambil dan sifatnya dinamis.
"Survei ini kan suatu potret yang dilakukan dalam kurun waktu saat ini, misalnya bulan November, Desember. Melihat beberapa survei yang sudah dirilis, di-publish, mayoritas kan kami menempati posisi kedua," kata Jerry.
Jerry melanjutkan grafik elektabilitas paslonnya setelah persidangan Ahok berjalan sepanjang Januari 2017 menunjukkan kenaikan.
"Bagaimana seorang petahana yang sedang menghadapi pengadilan, fitnah, masih dapat meningkat di survei," sambungnya.
Sedangkan perwakilan timses paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lembaga survei. Dia mempertanyakan kredibilitas sejumlah lembaga survei.
"Selama ini kita hanya mendapat hasil survei sepihak. Ada lembaga yang ditanya lebih jauh, tapi malah kabur. Kita bukan protes pada hasilnya, tapi kami mau tahu," kata Ferry. (fdn/rna)











































