"Negara baik-baik saja. Saya mengatakan negara baik-baik saja bukan tanpa argumentasi," ungkap Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait saat berbincang dengan detikcom, Jumat (20/1/2017) malam.
Ada beberapa landasan yang membuat Maruarar menyatakan kondisi Indonesia baik-baik saja. Pertama, kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla sangat tinggi. Itu, menurutnya, terbukti dari hasil-hasil survei yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengingatkan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang tegas setia mendukung pemerintahan Jokowi serta akan mengatasi pihak-pihak yang mengganggu jalannya pemerintahan, termasuk ormas-ormas anti-Pancasila. Ara mengatakan pula, sejak Kapolri dijabat Jenderal Tito Karnavian, kepuasan masyarakat semakin meningkat.
"Setelah Pak Tito menjabat juga sangat dipercaya publik. Saya berbicara dengan ukuran jelas. Kepercayaan publik ke Polri meningkat, Presiden Jokowi memilih orang yang tepat," sebutnya.
Tak hanya itu, negara, menurut Ara, juga menjamin kebebasan berekspresi bagi rakyatnya. Demokrasi dikatakannya sudah sangat terjamin di era Presiden Jokowi.
"Demokrasi juga terbuka, demo di depan Istana boleh saja asal tidak anarkis. Tapi negara demokrasi juga berarti negara yang berlandaskan hukum. Negara ini sangat stabil, tapi stabilitas itu bukan berdasarkan tekanan," urai Ara.
"Tapi hukum di depan. Tidak semua happy, Pak Jokowi bisa melakukan konsolidasi pemerintahan. Terbukti TNI dan Polri solid. Coba kalau TNI dan Polri tidak kompak. Sekarang mereka bekerja sama menegakkan hukum," imbuh anggota DPR itu.
Foto: Screenshot Twitter SBY |
"Kalau ada terbukti hoax diproses hukum, diproses. Tapi jangan jadikan hukum sebagai instrumen politik. Pak Jokowi tidak melakukan itu," kata Ara.
Sebelumnya, SBY menyampaikan kegundahannya akan kondisi negara saat ini. Lewat Twitter, SBY mengaku heran atas maraknya berita hoax.
"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar 'hoax' berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*," cuit SBY lewat akun Twitter @SBYudhoyono, Jumat (20/1). (elz/erd)












































Foto: Screenshot Twitter SBY