SBY Gundah soal Hoax, PKB: Fitnah dan Caci Maki Masif di Sosmed

SBY Gundah soal Hoax, PKB: Fitnah dan Caci Maki Masif di Sosmed

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 21 Jan 2017 09:15 WIB
SBY Gundah soal Hoax, PKB: Fitnah dan Caci Maki Masif di Sosmed
Wasekjen PKB Daniel Johan. (Dok. Istimewa)
Jakarta - Ketum Partai Demokrat, yang merupakan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengaku gundah karena penyebar hoax merajalela. PKB menganggap kegundahan SBY itu wajar karena fitnah terjadi secara masif di media sosial.

"Ini menjadi kegalauan bersama, sebelumnya Presiden Jokowi kan juga sudah menyatakan hal yang sama," ungkap Wakil Sekjen PKB Daniel Johan dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (21/1/2017).

Menurut Daniel, saat ini banyak isu tidak jelas yang berkembang, khususnya di dunia maya. Untuk itu, masyarakat diharap waspada dan selektif dalam menerima informasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak isinya yang memecah belah masyarakat, bahkan belakangan muncul juga isu yang bisa memecah belah pemerintah, seperti beredarnya isu Panglima TNI ingin nyapreslah," kata Daniel.



"Jangan masyarakat sudah dipecah belah kemudian pemerintah mau dipecah belah juga, bahaya bagi kehidupan bangsa kita," sambung Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Apa yang disampaikan SBY melalui akun Twitter-nya, menurut Daniel, merupakan hal yang wajar. Kegelisahan SBY disebutnya bukan tanpa alasan karena ada banyak dampak dari beredarnya hoax.

"Fitnah dan caci maki terus berlangsung di socmed dengan masif, akan membuat negara kita makin tertinggal di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia bisa menjadi sasaran negara lain untuk mengambil keuntungan," jelas Daniel.

SBY Gundah Soal Hoax, PKB: Fitnah dan Caci Maki Masif di SosmedFoto: Screenshot Twitter SBY
Sebelumnya, SBY gundah akan kondisi negara saat ini. Lewat Twitter, SBY mengaku heran atas maraknya berita hoax. Juru bicara Partai Demokrat, Imelda Sari, menjelaskan hal tersebut merupakan wujud kepedulian SBY.

"Jadi ini bentuk kepedulian beliau, karena beliau tidak ingin terpecah-pecah dari situasi. Misalnya kebhinnekaan dan seterusnya yang kita berharap jangan sampai karena urusan Pilkada semua orang terlalu banyak fokus pada hal-hal yang tidak berprinsip," ujar Imelda saat dihubungi, Jumat (20/1). (elz/nvl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads