Gus Dur: Masih Terbuka Peluang Saifullah Jadi Ketum PKB
Rabu, 13 Apr 2005 11:30 WIB
Jakarta - Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menegaskan lagi peluang Saifullah Yusuf untuk menduduki kursi ketum PKB. Namun, Saifullah harus membuat perjanjian tertulis.Hal ini disampaikan Gus Dur sebelum acara peluncuran buku Pertanggungjawaban Publik Ali Maskyur Musa di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, (13/4/2005)."Masih terbuka (peluang). Yang nggak boleh itu rangkap jabatan. Otomatis Saifullah dan Alwi kalau jadi menteri harus ke luar dari kepengurusan PKB. Biar nggak tabrakan untuk menghindari conflict of interest," ungkap Gus Dur.Namun, lanjut Gus Dur, sama seperti sebelumnya, Saifullah harus membuat perjanjian tertulis mengenai pengunduran dirinya sebagai menteri atau ketum Ansor jika benar-benar ingin mencalonkan diri sebagai pengurus PKB. "Kalau ketua terserah muktamirin," tandasnya.Gus Dur lalu menyontohkan langkah yang ditempuh salah satu pengurus PKB Khofifah Indar Parawansa yang harus ke luar dari kepengurusan PKB saat terpilih menjadi Ketua Umum Muslimat NU. "Karena aturan di PKB dan NU demikian, tidak boleh rangkap jabatan," ujarnya.Sementara itu mengenai tiga calon ketum yang sudah mendaftarkan diri yakni Muhaimin Iskandar, Mahfud MD dan Ali Maskyur Musa, Gus Dur mengaku mendukung pencalonan ketiganya sebagai ketum PKB pada muktamar kedua yang akan digelar di Semarang pada 16-18 April nanti."Karena tiga orang itu yang baru daftar. Saya setuju semuanya," kata Gus Dur. Namun Gus Dur menolak mengomentari masing-masing calon. "Aku nggak mau ngomong, kalau ketua umum itu urusan muktamirin," tegasnya lagi.Yang pasti, lanjutnya, dia sangat mendukung masuknya orang-orang muda dalam kepengurusan PKB. "Orang-orang muda harus didorong naik di pengurusan PKB kali ini. Karena semua partai akan didukung oleh pemilih kalau memperjuangkan kehendak rakyat. Dan, PKB harus membuat keputusan yang menyangkut hal itu," katanya.Lebih lanjut, dia menjelaskan, ketua umum juga harus siap bekerja keras. Dala hal ini dia menjelaskan syarat ketua umum PKB. Pertama,calon ketum harus mengerti seluk beluk organisasi PKB. Kedua, calon ketum harus mengerti seluk beluk kehidupan masyarakat. Dan, ketiga, calon ketua umum harus mengerti format politik Indonesia. "Karena format politik kita akan ada perubahan besar," tegasnya sambil menggambarkan bahwa kekuatan politik masa depan akan dipengaruhi elemen mahasiswa dan LSM yang berhadapan dengan TNI. Untuk menjembatani kedua kelompok itu diperlukan parpol.
(umi/)











































