"Sebenarnya yang dikeluhkan Pak SBY itu juga menjadi keprihatinan banyak tokoh dan warga masyarakat lainnya juga. Hanya, ketika cuitan itu datang dari SBY, maka kemudian ditafsirkan macam-macam," ujar Sekjen PPP Arsul Sani melalui pesan singkat, Jumat (20/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat cuitan Pak SBY di akun Twitter-nya sebagai bentuk concern terhadap perilaku sekelompok masyarakat kita yang saling menyebarkan hoax dalam rangka mempengaruhi sikap dan sentimen masyarakat secara keseluruhan," ujar Arsul.
PPP yakin apa yang disampaikan SBY tidak menyinggung pemerintah saat ini. "Namun saya yakin, meskipun menggunakan kata 'negara', Pak SBY tidak berarti menuduh bahwa penyelenggara pemerintahan juga turut dalam menyebarkan hoax," terang anggota Komisi III DPR ini.
Sebelumnya, SBY gundah akan kondisi negara saat ini. Lewat Twitter, SBY mengaku heran atas maraknya berita hoax.
"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar 'hoax' berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*," kata SBY lewat akun Twitter @SBYudhoyono, Jumat (20/1). (dkp/imk)










































