Kenapa SBY Gundah? Amir Syamsuddin: Begitu Mudah Orang Memfitnah

Kenapa SBY Gundah? Amir Syamsuddin: Begitu Mudah Orang Memfitnah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 20 Jan 2017 17:34 WIB
Kenapa SBY Gundah? Amir Syamsuddin: Begitu Mudah Orang Memfitnah
Foto: Screenshot Twitter SBY
Jakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono gundah melihat banyaknya berita hoax belakangan ini. Berita hoax apa gerangan yang membuat SBY gundah gulana?

"Karena begitu mudahnya orang sekarang ini menebar fitnah dengan ujaran kebencian dan berita hoax. Tinggal kita lihat bagaimana iktikad baik pemerintah, kita mau lihat. Sebab, kalau itu diatasi dengan sungguh-sungguh, kita bersyukur. Tapi kalau kemudian propaganda politik saja seakan di atas tapi tidak, kami justru menduga pelaku dimanfaatkan di dalam situasi saat ini," kata Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin kepada wartawan, Jumat (20/1/2017).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Amir, kegundahan seperti ini bukan hanya dirasakan SBY. Namun kebetulan saat ini baru SBY yang berani mengekspresikan kegundahan itu.

"Sementara banyak orang lain pasrah saja. Paling tidak ini menjadi pengingat bagi kita bahwa kita menghadapi masalah serius. Fitnah dan ujaran kebencian itu bisa begitu bebas hilir mudik di depan kita dan ini saya kira pengingat. Jadi, kalau ada yang merasa terganggu dengan apa yang disampaikan Pak SBY, saya kira kewarasannya patut dipertanyakan," kata Amir.



Lewat Twitter, SBY mengaku heran atas maraknya berita hoax. Sayang, SBY tak menyebut detail berita hoax yang membuatnya mengungkap kegundahan di Twitter. "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar 'hoax' berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*," kata SBY lewat akun Twitter @SBYudhoyono, Jumat (20/1/2017).

Terkait berita hoax, Presiden Joko Widodo pernah melakukan rapat terbatas membahas antisipasi perkembangan media sosial. Jokowi ingin mengevaluasi media daring (online) yang kerap membuat berita bohong (hoax) dan cenderung provokatif.

"Kita harus evaluasi media online yang sengaja memproduksi berita bohong, tanpa sumber yang jelas, dengan judul provokatif, mengandung fitnah," kata Jokowi saat membuka rapat di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Beberapa langkah untuk menangkal hoax dilakukan, di antaranya pembuatan Badan Siber Nasional. Target dibentuknya lembaga ini bukan sekadar beredarnya berita hoax, tapi juga lebih pada pertahanan siber.

"Persoalan siber ini bukan hanya menimpa negara yang sedang berkembang, negara maju pun persoalan siber menjadi persoalan yang mendapatkan perhatian khusus. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, apakan menjadi Badan Siber Nasional atau badan siber dan lembaga ini segera diputuskan," ujar Seskab Pramono Anung. (van/erd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads