Tingginya angka pemilih pemula membuat tiga pasangan cagub-cawagub DKI berlomba untuk menarik hati para pemilih pemula itu untuk mencoblos mereka pada 15 Februari 2017. Cagub DKI nomor urut 2, Basuki T Purnama (Ahok), menjelaskan strateginya untuk menarik hati para pemilih pemula.
"Kita harus berusaha teman-teman kita di lapangan meyakinkan mereka (pemilih pemula) mengenal Ahok, makanya pemilih pemula harus kenal. Biasanya pemilih pemula itu, walaupun dia gampang dipengaruhi, tapi dia kan punya keinginan mencari tahu," kata Ahok kepada wartawan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya saya temukan buku yang ditulis @kurawa ini termasuk lebih praktis. Karena dia kan investigasi, makanya ini isinya kesaksian. Misalnya contoh ya, ada orang di lapangan ngomong gini, jangan pilih Ahok deh nanti ubah Jakarta kaya (seperti) Singapura. Kaya Singapura nggak salah dong? Tambahannya masalah nih, nanti masjid tinggal satu. Anak muda kalau dia mau tabayun ngecek, masjid di Singapura banyak kok," ujar Ahok.
"Makanya kalau hal kayak gini perlu tabayun, pemilih pemula perlu diajari isu sesuatu ada anti-hoax, Anda harus cari. Ahok musuh Islam, Ahok penista agama, kamu cari dong, kamu kan anak muda, harusnya ingin lebih tahu. Apalagi ada teknologi bisa cari, zaman teknologi ini sebetulnya nggak bisa menyembunyikan rekam jejak," lanjutnya.
Ahok mengatakan, bila dirinya berbohong soal apa yang sudah dia lakukan selama ini, termasuk cerita kehidupannya di Belitung Timur, semua akan terungkap saat Rudi melakukan observasi tentang kehidupan Ahok di kampung halamannya. Ahok juga berharap para pemilih pemula tidak langsung percaya terhadap isu negatif tentangnya.
"Contohnya kalau saya bohong ya dari dulu, @kurawa sampai ke Belitung ketangkep nggak saya punya? Habis saya," tutur Ahok.
"Makanya zaman teknologi ini enak sebenarnya. Yang penting anak muda sekarang harus mau cari tahu, jangan asal telan saja," tutupnya. (bis/imk)










































