Balada Lina, Pedagang Pasar Senen yang Kiosnya Terbakar 2 Kali

Balada Lina, Pedagang Pasar Senen yang Kiosnya Terbakar 2 Kali

nth - detikNews
Jumat, 20 Jan 2017 14:38 WIB
Balada Lina, Pedagang Pasar Senen yang Kiosnya Terbakar 2 Kali
Lina (berbaju batik putih-kuning) dan Ci Hwa (berbaju hitam-putih garis-garis) di Pasar Senen (Nathania Riris Michico/detikcom)
Jakarta - Kebakaran yang terjadi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, untuk kesekian kalinya menyisakan duka bagi para pedagang. Bagi Lina (65), ini kedua kalinya dia harus menerima kenyataan barang dagangannya habis dilalap si jago merah.

Puluhan tahun menggantungkan nasib di Pasar Senen, kali ini Lina mengaku pasrah. Ia hanya bisa berdoa agar masih ada barang yang utuh di tokonya.

"Ini kedua kalinya lihat toko saya ludes, dulu tahun 1974 juga sama. Saya cuma bisa pasrah lihat barang saya habis kebakar," kata Lina saat berbincang dengan detikcom, Jumat (20/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lina adalah penjual berbagai peralatan kosmetik sejak tahun 1970. Kiosnya berada di Blok 1 lantai 1 Nomor 57 di Pasar Senen. Kios Lina terbakar sejak Kamis (19/1) kemarin dan hingga saat ini belum diketahui kondisinya.

"Saya belum lihat (toko). Soalnya, belum boleh masuk, nggak tahu kondisi di dalam bagaimana. Saya pasrah saja, semoga masih ada barang yang utuh," sambungnya.

Tentang kebakaran pada tahun 1974, Lina sempat berbagi kisah. Saat itu tanggal 15 Januari ketika Perdana Menteri Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta dan berimbas terjadinya kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan oleh massa.

"Tahun 74 juga persis seperti ini. Dua anak saya masih bayi tuh, habis barang saya semuanya seperti ini. Kebakarannya gede waktu itu. Kan Malari (Malapetaka 15 Januari), jadi toko saya juga ikut dibakar, kayak begini jugalah, habis ludes nggak tersisa," tuturnya.

Pasar Senen juga sebenarnya pernah terbakar pada 2014. Namun saat itu Lina mengaku kiosnya tidak terdampak.

"Tahun 2014 saya nggak kena (kebakaran), eh sekarang malah kena lagi. Padahal kemarin pagi kios saya di sini belum kena, eh siangnya malah api ke mana-mana dan kios di belakang ini semua kena. Saya sudah nggak bisa ngapa-ngapain. Soalnya, sejak kemarin sudah dijaga polisi, jadi nggak sempat ambil barang-barang toko," ucapnya.

Bersama pedagang lain, Ci Hwa (67) dan Tari (35), Lina saling menguatkan dan bertukar informasi mengenai asal-muasal api. Mereka tidak mengerti kenapa api bisa mengenai bagian kiosnya.



"Saya bingung, ini (Pasar Senen) tiap jam 5 sore listrik pasti mati, besok paginya sekitar jam 8 pagi baru dinyalakan. Terus masak korsleting? Kan listriknya mati. Kita sih tanda tanya, soalnya aneh saja. Terus juga titik pertama di Blok 3, terus tiba-tiba ke Blok 1. Kita bingung, sih," ujar Ci Hwa di lokasi yang sama.

Dia dan Lina memiliki kios yang bersebelahan. Beberapa minggu lalu, dia mengatakan sudah ada petugas listrik yang datang menanyakan kondisi listrik di sana.

"Padahal baru ada petugas yang datang periksa listrik tiga minggu lalu, dan semuanya baik-baik saja. Kita setiap toko punya sakelar masing-masing, jadi nggak tumpang tindih," lanjut Lina.

Meski tidak mau berprasangka lebih jauh, Lina dan Ci Hwa mengaku pasrah dan menyerahkan semuanya kepada petugas pemadam.

"Kita percayakan sama petugas saja, saya memang belum lihat. Kalau ternyata toko saya selamat, ya syukur, kalau tidak, ya sudah, mau diapain lagi. Yang penting tadi saya sudah daftar buat relokasi," tambahnya.

Saat ini, Lina dan beberapa pedagang lain masih menunggu di Pasar Senen untuk dapat menengok kondisi kios mereka, yang berada di tengah-tengah gedung. Mereka yang telah mendaftar relokasi kios ingin melihat langsung kondisi kios yang sampai saat ini masih dilarang dikunjungi oleh petugas.

(nth/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads