"Masalahnya pedagang itu pinginnya asuransi pribadi tapi tidak ada perusahaan asuransi yang merespons," kata Sumarsono di gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017).
Soni, sapaan akrab Sumarsono, menjelaskan saat ini asuransi bangunan yang ada senilai Rp 116,9 miliar. Pembangunan Jaya selaku penanggung jawab bangunan akan menggunakan dana asuransi tersebut untuk proses renovasi.
Selain itu, Sumarsono mengimbau masyarakat lebih sadar dan berhati-hati dalam menggunakan alat teknis, seperti kabel. Menurutnya, jika penggunaan kabel tidak benar, akan membuat risiko korsleting semakin besar hingga menyebabkan kebakaran.
"Faktor perilaku pengguna pasar ini juga jadi bagian dari kontributor penyebab kebakaran, di samping faktor fasilitas pasar yang memang sudah tua," lanjutnya.
Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta mengutamakan proses penyelamatan terlebih dulu. "Kalau pemberian modal itu jangka menengah, jangka pendek sekarang penyelamatan dulu, recovery dulu, baru nanti kita bicarakan hal-hal yang sifatnya keringanan untuk bantuan kredit rumah dan lain sebagainya. Itu semua bagian yang sedang kita pikirkan," ungkap Sumarsono. (aan/tor)











































