Tak patah arang, para pedagang lalu menggelar dagangannya di sepanjang trotoar di depan pasar. (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom) |
Kondisi pasar pun hangus dan membuat para pedagang tidak bisa menjajakan dagangannya di kios-kios. Tak patah arang, para pedagang lalu menggelar dagangannya di sepanjang trotoar di depan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini nunggu nasib aja," kata salah seorang pedagang. (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom) |
"Alhamdulillah barang selamat, cuma sebagian doang (yang terbakar). Dari kemarin di sini. Ini nunggu nasib aja (sambil berdagang)," ucap salah satu pedagang bernama Rudi saat ditemui di lokasi.
Tampak para pedagang menggantungkan dagangannya berupa kaus, kemeja, jas, dan jenis pakaian lainnya. Di pojokan pun terlihat karung-karung dagangan yang sempat diselamatkan dari api.
Para calon pembeli yang melintas juga menyempatkan diri melihat-lihat dan memilih kemeja atau jas. Namun Rudi mengaku hingga saat ini belum terlalu banyak jualannya yang laku.
Pedagang Pasar Senen menggelar dagangannya. (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom) |
"Masih sepi, tapi ada aja yang lewat," ujar Rudi.
Kebakaran di Pasar Senen itu terjadi di Blok 1 dan Blok 2 pada Kamis (19/1) sekitar pukul 04.20 WIB. Petugas pemadam kebakaran mengalami kendala dalam menjinakkan api karena banyak barang yang mudah terbakar di dalam pasar itu.
(dhn/tor)












































Tak patah arang, para pedagang lalu menggelar dagangannya di sepanjang trotoar di depan pasar. (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom)
"Ini nunggu nasib aja," kata salah seorang pedagang. (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom)
Pedagang Pasar Senen menggelar dagangannya. (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom)