"Tenda kita pasang manakala ada para pedagang yang mungkin dia tidak enak meninggalkan tempat usahanya, dia ingin tetap tinggal di sini, maka kita sediakan tempat," ujar Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede saat ditemui wartawan di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017).
Dia mengungkapkan posko ini adalah bentuk prosedur standar setiap kali terjadi kebakaran. Pihaknya selalu menyiapkan tempat penampungan bagi warga terdampak. Posko ini dimanfaatkan untuk pedagang yang memantau kiosnya agar barang dagangannya tak dijarah orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mangara memaparkan pihaknya membangun di unit tenda, termasuk ambulans, jika ada yang membutuhkan perawatan. "Dinas sosial menyediakan logistik seperti makanan bagi yang terkena musibah dan bagi petugas petugas," ujarnya.
Kebakaran merusak 1.691 kios. Beruntung, tak ada korban jiwa akibat peristiwa yang berlangsung sejak Kamis (19/1) sekitar pukul 04.20 WIB ini, namun ada enam korban luka ringan dan satu orang pingsan.
Personel kepolisian dan pasukan Satuan Polisi Pamong Praja juga tampak bersiaga untuk mengamankan lokasi kebakaran dan kios-kios di sekitar titik kebakaran.
Mangara berharap adanya penjagaan ini mampu mengantisipasi terjadinya penjarahan. "Ya, termasuk di dalamnya (penjarahan) supaya pada malam hari ini betul-betul kita pastikan tidak ada yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak dikehendaki," ujar Mangara.
Malam ini, kata Mangara, ada 125 anggota kepolisian dan 60 anggota Satpol PP untuk mengamankan lokasi.
Dia pun menyiapkan posko untuk polisi dan Satpol PP yang bertugas malam ini terkait dengan banyaknya barang yang bernilai yang belum bisa dikeluarkan dari dalam pasar. (dnu/dnu)











































