Dalam kesempatan tersebut, Rano bercerita tentang pengalaman spiritual dan kegiatannya mengajari beberapa murid mengaji Alquran di rumah. Karena itu, dia bisa mengapresiasi ulama dan para guru mengaji yang mengabdikan hidupnya untuk agama.
"Ulama adalah lentera, pewaris risalah yang menuntun dan memberikan penerangan kepada umat agar perjalanan hidup tidak tersesat. Ulama mengajarkan kepada kita bagaimana membedakan baik dan perkara yang mengundang dosa," kata Rano di hadapan peserta yang hadir sebagaimana rilis yang diterima detikcom, Kamis (19/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, upaya kerasnya mengkaji Islam selama ini sebetulnya terinspirasi oleh sikap ayahnya, Sukarno M Noor, yang tegas bersikap membela Islam. Ayahnya yang aktif di Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia) menempatkan Islam sebagai pijakan dalam berkesenian.
"Saya kini melanjutkan cita-cita ayah. Menjadi muslim jangan setengah-setengah. Tidak mengumandangkan permusuhan sesama muslim," katanya. (bri/dnu)











































