Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin Iptu Ahmad menjelaskan, benda mencurigakan tersebut berupa kardus seberat 4,6 kg. Harry merupakan penumpang Lion Air rute Manado-Jakarta yang transit di Makassar. Ia diamankan Kamis (19/1) sore sekitar pukul 17.00 WITA.
Isi kardus tersebut merupakan alat pendeteksi gas dan mengeluarkan suara 'bip' seperti suara alarm. Kardusnya tertahan di Manado saat Harry terbang ke Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dianggap kondusif, pihak Polsek Bandara mengizinkan Harry yang diketahui bekerja di perusahaan pelayaran PT Maxima Maritima di Jakarta, untuk melanjutkan penerbangan malam ini ke Jakarta.
Sementara itu, General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Nugroho Jati, dalam rilisnya menyebutkan barang bagasi milik Harry telah diperiksa di mesin X-Ray, hanya terlihat seperti alat elektronik biasa dan tidak terdeteksi sebagai barang eksplosif.
Pada pukul 15.20 WITA pihak Bandara Sam Ratulangi kemudian berkoordinasi dengan Jibom Gegana Polda Sulawesi Utara untuk mengamankan benda mencurigakan tersebut.
"Atas kejadian ini tercatat 3 penerbangan keberangkatan yang mengalami keterlambatan antara 30 hingga 60 menit, yaitu Garuda GA 601 tujuan Jakarta, Garuda GA 683 tujuan Makasar, dan Lion Air JT 941 tujuan Balikpapan, pukul 16.15 Wita bandara beroperasi normal kembali," pungkas Jati, Kamis (19/1). (mna/rna)











































