Cerita Ahok soal Kondisi Kampung Halamannya di Belitung Timur

Dinamika Pilgub DKI

Cerita Ahok soal Kondisi Kampung Halamannya di Belitung Timur

Bisma Alief Laksana - detikNews
Kamis, 19 Jan 2017 18:41 WIB
Cerita Ahok soal Kondisi Kampung Halamannya di Belitung Timur
Ahok saat acara bedah buku (Bisma Alief/detikcom)
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menceritakan pengalamannya lahir dan besar di Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung. Menurut Ahok, banyak yang berpikir bahwa kampung halamannya tersebut masih berupa desa dan ketinggalan zaman.

Ahok bercerita, salah satu orang yang sempat berpikir bahwa kampung halamannya itu masih ketinggalan zaman adalah istrinya sendiri, Veronica Tan, saat pertama kali ikut pulang kampung. Bahkan salah satu teman kuliah Ahok saat masih kuliah di Jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti sempat menangis karena melihat kampung halaman Ahok.

"Saya ingat pas bapak saya meninggal di tahun 1997, itu istri saya ikut pulang ke belitung. Istri saya bercanda, kita ketipu sama Ahok, gayanya saja anak metropolitan, padahal anak kampung banget," canda Ahok kepada hadirin yang datang ke acara bedah bukunya di sebuah hotel di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Kamis (19/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teman saya di tahun 1990 waktu masih kuliah juga sempat nangis di pesawat sebelum landing begitu lihat kampung saya yang masih hutan. Katanya dia mikir masih banyak orang utan, ular, macam-macamlah," lanjutnya.

Padahal, kata Ahok, kampung halamannya tersebut tidak seperti yang orang pikirkan. Sebagai salah satu daerah penghasil timah, Bangka Belitung sudah bisa dikatakan sedikit lebih maju. Bahkan, lanjut Ahok, di tiap kecamatan ada lapangan golf.

Sebagai anak yang tumbuh di lingkungan dengan mayoritas beragama Islam, Ahok pun banyak diajari soal agama Islam oleh ayahnya. Salah satu pesan yang selalu diingat oleh Ahok adalah tentang pembangunan masjid.

"Kalau ada yang mau bangun masjid, bapak saya langsung kirim batu, pasir, dan semen. Waktu ditanya kenapa cepat banget suruh kirim batu, pasir, dan semennya, dia jawab karena itu untuk membuat fondasi," tutur Ahok.

"Sebab, orang Islam kan percaya kalau masjid dipakai terus, pahala bakal masuk terus. Kalau lu (kamu) nyumbang-nya seng, nanti pas perluasan masjid, hilang itu sumbangan lu. Kalau fondasi kan sampai kapan juga nggak bakal hilang," tutupnya.

(bis/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini