Penandatanganan kesepakatan islah itu disaksikan oleh Ketum Golkar Setya Novanto di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (19/1/2017). Agung menjabat Ketum dan Aziz kini duduk sebagai Waketum.
"Kami akan meminta seluruh jajaran Kosgoro 1957 agar persiapkan tugas yang membantu Golkar dalam pilkada bulan Februari 2017, dan disusul Pilkada pada 2019, dan kemudian (pemilu serentak) 2019," kata Agung Laksono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sejarah luar biasa, bahwa Partai Golkar menyatukannya kembali. Dengan adanya kesepakatan islah, maka saya serahkan, mantapkan konsolidasi dari pusat, provinsi, kecamatan sampai desa, Kosgoro yang ada," ujar Novanto.
Sementara itu, Aziz mengatakan kesiapannya bersama dengan Agung. Hal tersebut dia lakukan untuk kemajuan Partai Golkar.
"Saya merujuk pada hasil rapimnas di JCC untuk melakukan duduk bersama, dan saya menyatakan siap duduk bersama. Berselang beberapa waktu, saya dipanggil Ketua DPP Golkar. Saya menyatakan siap, sepanjang untuk kebesaran dan kemenangan DPP, saya siap," ujar Aziz.
Sebelumnya, Kosgoro 1957 terpecah setelah Aziz mengadakan Mubeslub di Bali pada 16 Januari 2016. Kubu Agung mengatakan mubeslub tidak sah karena Aziz bukan pengurus Kosgoro 1957. Sedangkan kepengurusan Agung berjalan sampai 2018. (aik/imk)











































