Cegah Kebakaran Pasar Terulang, Anies Soroti Pemanfaatan Listrik

Cegah Kebakaran Pasar Terulang, Anies Soroti Pemanfaatan Listrik

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 19 Jan 2017 16:45 WIB
Cegah Kebakaran Pasar Terulang, Anies Soroti Pemanfaatan Listrik
Anies Baswedan (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menyebut listrik menjadi penyebab yang paling sering menimbulkan kebakaran. Mencegah kebakaran di Pasar Senen terulang, pihaknya nanti akan menyiapkan jalur khusus listrik.

"Ya, kejadian kebakaran ini paling sering dari listrik. Jadi perlu diperhatikan apakah pemanfaatan listrik di jam-jam tertentu yang tidak ada orang, itu disiapkan jalurnya khusus," kata Anies di Jalan Kebon Kosong VII, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017).

Dengan memperhatikan pemanfaatan listrik dan jalur khusus listrik, penyebab kebakaran bisa dicegah. "Sehingga kita bisa mencegah munculnya masalah-masalah dari listrik," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edukasi kepada masyarakat, khususnya pedagang pasar, dikatakan Anies, juga penting untuk mencegah kebakaran akibat listrik. Masyarakat perlu diberi pemahaman akan penggunaan dan pemasangan instalasi listrik yang baik dan benar.

"Yang kedua adalah pendidikan, bagaimana para pedagang di pasar-pasar menyadari bahayanya menggunakan alat-alat listrik dengan tidak tepat. Saya saja di rumah itu mengalami, bisa melepuh kalau memasangnya nggak tepat," jelasnya.

Instalasi yang kurang tepat, ujar dia, akan memiliki efek yang dapat menimbulkan kebakaran. Untuk itu, pendidikan agar warga disiplin dalam menggunakan listrik, dikatakannya, penting.

"Instalasinya nggak tepat yang kemudian nanti punya efek pada kebakaran. Jadi kedisiplinan itu kemudian tentu saja nanti pengawasan dengan lebih baik," imbuhnya.

Anies sendiri belum memiliki rencana merevitalisasi pasar dengan sistem pencegah kebakaran jika terpilih. Revitalisasi dikatakannya dilakukan bukan karena ada kebakaran.

"Ya nanti kita lihat jangan sampai untuk revitalisasi dilakukan karena ada kebakaran. Revitalisasi kita lakukan ada atau tidak ada kebakaran. Listrik itu harus kita review lagi, kita audit lagi. Apakah saat ini cara instalasinya memiliki risiko atau tidak. Bagi tempat yang berisiko, harus kita ubah," pungkasnya.

(nvl/imk)


Berita Terkait