"Kompromi sajalah. Kalau undang-undang lama kan 3,5 persen, masak harus bertahan. Ya, yang penting naik, setengah persen nggak apa-apa," ujar Tjahjo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1/2017).
Selain itu, Tjahjo berharap UU Pemilu yang sedang digodok nantinya, setelah sah, dapat meningkatkan mutu demokrasi Indonesia. Dia punya ukuran sebuah demokrasi dapat dikatakan berkualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Partai Golkar Usulkan Ambang Batas Parlemen 10 Persen
Selain itu, dia menambahkan, lolosnya sebuah parpol ke kursi parlemen bukan ditentukan oleh pemerintah. Pada akhirnya, keputusan ada di tangan rakyat yang memilih.
"Sebuah parpol itu mampu meraih kursi terbanyak, yang menentukan bukan pemerintah, bukan UU, tapi masyarakat pemilih. Yang menentukan parpol lolos 3,5 persen itu kan masyarakat," pungkasnya. (gbr/imk)











































