Mendagri Optimistis RUU Pemilu Bisa Selesai Dibahas Tepat Waktu

Mendagri Optimistis RUU Pemilu Bisa Selesai Dibahas Tepat Waktu

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 19 Jan 2017 14:52 WIB
Mendagri Optimistis RUU Pemilu Bisa Selesai Dibahas Tepat Waktu
Rapat Pansus RUU Pemilu (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Seluruh fraksi di DPR telah menyerahkan daftar inventaris masalah (DIM) RUU Penyelenggaraan Pemilu. Mendagri Tjahjo Kumolo optimistis aturan ini bisa selesai disusun tepat waktu.

"Pemerintah, yang diwakili saya, menyampaikan terima kasih hari ini seluruh fraksi menyerahkan DIM. Pemerintah optimis ini bisa selesai tepat waktu dan syukur bisa lebih cepat karena ada tim perumus, tim sinkronisasi, ahli bahasa," kata Tjahjo saat rapat Pansus RUU Pemilu di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Tjahjo mengatakan DIM dari pemerintah bersifat fleksibel. Pembahasannya mengakomodasi keinginan partai politik dan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Mendagri dan Ketua DPR Sepakat RUU Pemilu Selesai Mei 2017

Hal yang sama diungkapkan oleh fraksi-fraksi di DPR. Hampir seluruh fraksi DPR sepakat DIM yang diserahkan bersifat fleksibel atau masih bisa dibahas kembali.

"Yang pertama dari PKB telah membuat kajian RUU Penyelenggaraan Pemilu. Kami sepakat dengan teman dari fraksi lain bahwa DIM bersifat fleksibel," ujar anggota Fraksi PKB Siti Masfirah.

Hal senada disampaikan anggota Fraksi PPP Amirul Tamim. "Terkait pandangan PPP terhadap RUU Pemilu ini sudah disampaikan di beberapa kesempatan yang lalu. Untuk DIM kita fleksibel," ujarnya.

"DIM yang kami sampaikan sifatnya dinamis karena, walaupun ada yang sudah sama dan disetujui, walaupun sudah disampaikan, dia sifatnya dinamis," sambung anggota Fraksi NasDem Johnny G Plate.

Fraksi-fraksi lain juga berkata senada. Wakil Ketua Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu Ahmad Riza Patria, yang merupakan anggota Fraksi Gerindra, menyatakan Undang-Undang Pemilu diharapkan tidak mematikan partai kecil.

"Sesuai arahan Bapak Prabowo, jangan mematikan partai kecil," kata Riza. (gbr/imk)


Berita Terkait