"Saya katakan kalau ini terjadi keributan dan kerusuhan, petugas-petugas itu bisa jadi tape betulan. Makanya kita kadang kasihan juga, jadi strategi terpaksa pendekatan-pendekatan psikologis kepada orang-orang ini," ujar Yasonna saat rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017).
Yasonna menjelaskan kurangnya jumlah petugas karena tidak ada rekrutmen baru. Di sisi lain, jumlah napi kian bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Yasonna menjelaskan kapasitas lapas rata-rata mencapai 118 ribu penghuni, sedangkan kebutuhan kapasitas hanya mencapai 85 ribu. Bahkan sampai ada overcapacity mencapai 700 persen.
"Langkah-langkah yang mau kita lakukan untuk penyelesaian overcapacity termasuk penambahan pegawai, peningkatan sarpas sudah kami bangun beberapa lapas industri," jelas Yasonna.
Soal pemberdayaan napi, Yasonna mengatakan dalam waktu dekat akan ada display khusus di Bandara Soekarno-Hatta yang memajang produk hasil napi. Yasonna menjamin produk yang dihasilkan para napi ini berkualitas.
"Dalam waktu dekat, kita akan punya display di Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta, akan kita display produk-produk napi yang berkualitas. Ini membuktikan bahwa napi bisa membuat produk berkualitas ekspor, made in Indonesian prisoners," ujar Yasonna. (dkp/rvk)











































