DetikNews
Kamis 19 Januari 2017, 13:54 WIB

Namanya Muncul di Sidang Suap PUPR, Ini Penjelasan Jonan

Rina Atriana - detikNews
Namanya Muncul di Sidang Suap PUPR, Ini Penjelasan Jonan Menteri ESDM Ignasius Jonan (Michael Agustinus/detikcom)
Jakarta - Nama mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan muncul dalam sidang lanjutan dugaan korupsi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jonan disebutkan memberi paket kepada anggota DPR saat masih menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

Jonan melalui staf khususnya, Hadi M Djuraid, mengklarifikasi bahwa paket yang dimaksud bukan untuk anggota DPR, melainkan untuk daerah. Disebutkan Hadi, sebagian anggota Dewan memang sering mengklaim paket tersebut untuknya karena dianggap sebagai hasil perjuangannya.

"Jadi yang memperoleh alokasi dana APBN dalam bentuk paket-paket program adalah daerah," kata Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (19/1/2017).

"Sudah jadi bahasa yang jamak, ada sebagian anggota DPR menyebut paket program di daerah pemilihannya sebagai paket program hasil perjuangannya atau paket program miliknya," jelasnya.

Hadi menjelaskan motif klaim anggota Dewan telah memperjuangkan daerahnya bisa bermacam-macam. Hanya saja, Hadi memastikan itu tak ada hubungannya dengan menteri dan kementerian saat itu.

"Motif klaim seperti itu bisa macam-macam. Yang pasti, tidak ada kaitannya dengan menteri atau kementerian. Paket program yang didanai APBN adalah untuk daerah, bukan untuk individu anggota DPR tertentu," tutur Hadi.

Menurut Hadi, karena apa yang terungkap di persidangan hanya berupa potongan percakapan WhatsApp, ia meyakini bahwa 'paket' yang dimaksud adalah paket untuk daerah.

"Karena informasi yang terungkap di persidangan hanya sepotong, kami meyakini 'paket' yang dimaksud dalam percakapan WhatsApp tersebut adalah paket program untuk daerah. Bukan dalam pengertian yang lain," papar Hadi.

Baca juga: Nama Jonan Disebut di Sidang Suap Kementerian PUPR

Nama Jonan muncul dalam persidangan dengan terdakwa Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary. Saat itu jaksa membacakan percakapan antara mantan anggota DPR Damayanti Wisnu Putranti dan anggota DPR Alamuddin.

Jaksa Iskandar Marwanto lantas mengkonfirmasi percakapan tersebut kepada Alamuddin. Bagian per bagian ditanyakan kepada saksi.

"Percakapan 'untung ya kita sempat dikasih paket Jonan', itu apa maksudnya?" tanya jaksa Iskandar dalam persidangan, Rabu (18/1).

"Benar, maksudnya nggak ngerti persis, cuma mungkin paket dari dapil," jawab Alamuddin.

"Jonan siapa dan memberikan paket di mana?" jaksa Iskandar kembali bertanya.

"Menteri Perhubungan, mitra kerja. Nggak ngerti maksud Damayanti mengirimkan pesan ke saya apa maksudnya," jawab Alamuddin.
(rna/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed