SMA 70 Jakarta Lebih Suka Mapel UN Tak Bisa Dipilih

SMA 70 Jakarta Lebih Suka Mapel UN Tak Bisa Dipilih

Heldania Utri Lubis - detikNews
Kamis, 19 Jan 2017 13:50 WIB
SMA 70 Jakarta Lebih Suka Mapel UN Tak Bisa Dipilih
Ujian Nasional berbasis komputer di SMA 70 pada 2016. (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Aturan baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuat siswa SMA bisa memilih sendiri mata pelajaran untuk Ujian Nasional. Rupanya pihak SMA 70 Jakarta lebih suka aturan yang lama.

"Kalau saya sih lebih senang jika siswa tidak memilih. Artinya, mata pelajaran yang sifatnya tidak memilih, karena akan ketahuan kemampuan anak dari masing-masing bidang studi," ujar Wakil Kepala SMA 70 Jakarta Achmad Safari saat ditemui detikcom di kantornya, Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).
Achmad Safari saat ditemui di kantornya. Foto: Heldania/detikcomAchmad Safari saat ditemui di kantornya. (Heldania Utri Lubis/detikcom)

Menurut Achmad, para siswa sejak awal sudah siap diuji semua mata pelajaran. Tetapi Achmad tetap menyerahkan pilihan itu kepada murid-muridnya.

"Tapi sebenarnya anak jangan sampai lengah dengan UN ini, karena ini bagian dari pemetaan sekolah, baik dari tingkat kabupaten provinsi dan nasional," ungkap Achmad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diwawancara terpisah, salah seorang siswa bernama Nugra Wahab sependapat dengan Achmad. Siswa kelas XII IPA 7 itu menilai aturan lama yang mengujikan 6 mata pelajaran lebih baik.
Para siswa SMA 70 Jakarta di sekolahnya. Foto: Heldania/detikcomPara siswa SMA 70 Jakarta di sekolahnya. (Heldania Utri Lubis/detikcom)

"Untuk saat ini sih mendingan dibalikin ke sistem UN yang lama aja. Semua peminatannya masuk, kayak saya kan IPA ada kimia, fisika, dan biologi, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika. Ya seperti biasanya aja, lebih baik begitu aja," ujar Nugra.

Nugra juga khawatir bilamana mata pelajaran pilihan berpengaruh terhadap jurusan yang diminati di perguruan tinggi. Meskipun sebetulnya tak ada pengaruh antara mata pelajaran pilihan di ujian nasional dan jurusan di perguruan tinggi.

"Jadi kayak belum juga penjurusan yang kita mau ambil, misalkan emang kia mau ambil teknik, tapi kita emang lebih bisa di biologi, jadi takutnya agak kehambat di situ, jadi kurang efisien saja," ungkap Nugra. (bag/tor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads