Pengunjung Masih Lempari Makanan ke Beruang Kurus Bonbin Bandung

Pengunjung Masih Lempari Makanan ke Beruang Kurus Bonbin Bandung

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 19 Jan 2017 12:56 WIB
Pengunjung Masih Lempari Makanan ke Beruang Kurus Bonbin Bandung
Pengunjung memberikan makanan ke beruang. (Avitia Nurmatari/detikcom)
Jakarta - Beruang madu kurus yang ramai diberitakan menjadi sorotan pengunjung. Banyak pengunjung datang ingin melihat langsung beruang itu.

Namun ternyata, masih banyak pengunjung yang memberi makan sembarangan. Padahal sudah jelas tertulis di samping kandang larangan memberi makanan kepada binatang. 'Terima kasih untuk tidak memberi makanan pada satwa', begitu isi tulisannya.

Pengunjung Masih Lempari Makanan ke Beruang Kurus Bonbin BandungLarangan memberikan makanan ke satwa (Avitia Nurmatari/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan ada pengunjung yang tak hanya melemparkan makanan, tapi juga botol minuman. Namun ada pula pengunjung yang sengaja membawa buah-buahan untuk beruang itu.

"Baca di berita, pengin lihat langsung. Kasihan juga. Jadi sengaja bawa makanan," ujar salah satu pengunjung bernama Ronald di Bonbin Bandung, Jalan Tamansari, Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/1/2017).

Ronald datang bersama rekannya bernama Hadi. Keduanya membawa pisang dan pepaya yang disambut gembira para beruang.

Sementara itu, pengunjung lainnya, Fira (17), mengaku kandang beruang itu tampak kotor. Namun mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) itu mengaku tidak tahu apakah beruang yang kurus itu karena sakit atau tidak.

Pengunjung Masih Lempari Makanan ke Beruang Kurus Bonbin BandungPengunjung memberikan makanan ke beruang (Avitia Nurmatari/detikcom)


"Kebanyakan kandang yang kosong, tidak terawat kotor. Banyak sampah daun di dalam kandang. Beruang juga kelihatannya kurus. Tapi saya nggak tahu dia sehat atau sakit," ucapnya.

Terkait dengan banyaknya pengunjung yang masih memberikan makanan ke satwa, Humas Bonbin Bandung Sudaryo sempat menegur mereka.

"Tadi saya tegur. Mereka tidak tahu katanya. Bukan apa-apa, jangan sampai kesannya kami tidak mencukupi memberi makan satwa. Meskipun yang dibawa memang makanannya (pepaya dan pisang), tetap tidak boleh," ucapnya.


(avi/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads