Bonbin Bandung Tanggapi Petisi Penyelamatan Beruang Kurus

Bonbin Bandung Tanggapi Petisi Penyelamatan Beruang Kurus

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 19 Jan 2017 11:24 WIB
Bonbin Bandung Tanggapi Petisi Penyelamatan Beruang Kurus
Foto: Humas Bonbin Bandung Sudaryo
Bandung - Petisi 'Penyelamatan beruang kelaparan di Kebun Binatang Bandung' digulirkan setelah terungkap adanya beruang yang sangat kurus di Bonbin Bandung. Apa tanggapan Bonbin Bandung?

Petisi itu digulirkan salah satu komunitas pencinta binatang, Yayasan Scorpion Indonesia. Mereka membuat petisi melalui situs change.org bertajuk 'Selamatkan Beruang Kelaparan di Kebun Binatang Bandung', yang ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Sampai pukul 11.00 WIB, petisi ini ditandatangani 5.285 pendukung. Yayasan Scorpion membuat petisi ini berdasarkan Pasal 1 angka 2 Peraturan Dirjen PHKA No. P 9/IV-SET/2011 yang menyatakan kesejahteraan satwa adalah keberlangsungan hidup satwa yang perlu diperhatikan oleh pengelola agar satwa hidup sehat, cukup pakan, dapat mengekspresikan perilaku secara normal, serta tumbuh dan berkembang biak dengan baik dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi adanya petisi ini, Humas Bonbin Bandung Sudaryo mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada BKSDA Kementerian LHK selaku pembina kebun binatang.

"Kasus beruang madu ini kan sudah lama. Mereka LSM tidak pernah mengirimkan surat ke kita, tapi ke BKSDA. Saya katakan jawab saja oleh BKSDA . Sebagai pembina bonbin, mereka sudah bisa menilai apa yang terjadi di kita," kata Sudaryo saat ditemui di kantornya, Jl Tamansari, Bandung, Rabu (18/1/2017).

Sudaryo mengatakan pihak Bonbin Bandung sudah melakukan segala upaya untuk merawat beruang tersebut. Dia menyerahkan penilaian kepada masyarakat.

"Mereka berusaha memberi makan bantuan. Kami tidak memerlukan bantuan, kita mencukupi. Pakan mencukupi. Jadi LSM ini maksudnya ke mana. Sebagai lembaga konservasi kan yang menikmati masyarakat. Dukung dong bahwa itu tidak benar," kata Sudaryo.

"Ini kan kasus lama muncul lagi muncul lagi. BKSDA lebih tahu. Masyarakat silakan saja menilai. Saya rasa justru masyarakat bijak. Saya rasa masyarakat sudah pintar. Tujuan LSM apa, mereka tidak mau datang ke saya. Selalu begitu saja," sambung Sudaryo.

(avn/fjp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads