"Jadi saya sudah dapat kabar dari Minggu (15/1). Saya kemarin, Selasa (17/1) datang dan turun nyebur bersama warga. Saya lihat sudah ada kerusakan karang. Kapal itu juga merusak mercusuar kami," kata Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo saat dihubungi detikcom, Rabu (18/1/2017).
Budi menggambarkan kondisi mercusuar yang berada di antara Pulau Karya dan Pulau Panggang itu sudah tercebur ke perairan. Sebab, mercusuar itu tertabrak kapal berukuran 400 kaki tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Mercusuar itu) Dipakai banget. Kalau kita sore dari Pulau Tidung, patokannya itu. Pintu masuknya itu, karena kiri-kanannya karang. Jadi penting banget. Kalau tidak, bisa-bisa kapal menabrak karang," ujar Budi.
Kapal tongkang kandas di kepulauan seribu Foto: Dok. Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo |
Kondisi terkini, kapal yang tidak bermuatan tersebut sudah dipindahkan ke daerah perairan Pulau Pramuka. Hal ini dilakukan oleh warga untuk mengantisipasi kapal tersebut menabrak Pulau Karya.
"Warga sudah mengamankan kapal tongkang itu dan diikat di karang. Jadi sekarang, kapal sudah digeser ke belakang Pulau Pramuka. Posisi sekarang sudah tidak membahayakan warga. Sudah lebih aman," ucap Budi.
Kapal tongkang kandas di kepulauan seribu Foto: Dok. Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo |
"Karena di lokasi itu sangat rawan. Begitu air pasang, angin kencang bisa menyeruduk ke Pulau Panggang. Kapalnya gede banget, Mas. Itu (Pulau Panggang, red) kalau ditabrak, itu bisa keramba hancur, dermaga kita hancur, rata bisa-bisa permukiman warga yang padat," tambahnya.
Budi mengatakan pemilik kapal tersebut belum ada yang menghubunginya. Budi berencana mengajukan somasi atas kerusakan yang telah terjadi karena kapal tersebut tidak lekas ditangani setelah kandas. (jbr/idh)












































Kapal tongkang kandas di kepulauan seribu Foto: Dok. Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo
Kapal tongkang kandas di kepulauan seribu Foto: Dok. Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo