"Hari ini tadi saya sudah dihubungi oleh Kepolisian Maros agar segera ke sana (Maros), Insya Allah kami akan menindaklanjuti pada awal minggu depan," kata ayah Ari, Gunawan kepada detikcom, Rabu (18/1/2017)
Menurutnya, rencana kedatangannya ke Polres Maros tersebut untuk melengkapi sejumlah berkas yang dibutuhkan kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin terang seterang-terangnya, sebetulnya apa yang terjadi. Kalau memang hasil penyelidikan dan otopsi nanti memang nanti menyatakan kematian Ari wajar akan kami terima, tapi kalau tidak wajar, tentu hukum harus ditegakkan," ujarnya.
Gunawan mengaku bersyukur, karena pihak Kepolisian Makassar dan Polres Maros telah menindaklanjuti pengaduan yang ia sampaikan melalui surat. Pihaknya juga mendukung langkah yang ditempuh kementerian perhubungan untuk menerjunkan tim investigasi terkait kasus yang menimpa anaknnya.
Sebelumnya diberitakan, Ari Pratama, taruna ATKP Makassar asal Dusun Tompe, Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek ditemukan tenggelam di kolam renang Tirta Yudha Kariango, Brigif Para Raider 3/TBS Kariango, Maros pada 19 Desember 2016.
Kematian taruna semester III tersebut dinilai tidak wajar dan diduga ada penyebab lain oleh pihak keluarga. Keluarga menduga pada jasad korban ditemukan luka memar di bagian perut serta mulut mengeluarkan darah segar.
(rvk/nkn)










































