Satiri Ingin Sumur Keramat di Beji Diakui Sebagai Cagar Budaya

Satiri Ingin Sumur Keramat di Beji Diakui Sebagai Cagar Budaya

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 18 Jan 2017 19:02 WIB
Satiri Ingin Sumur Keramat di Beji Diakui Sebagai Cagar Budaya
Sumur keramat di Depok (Audrey/detikcom)
Jakarta - Pelestari Sumur 7 yang keramat di Beji, Depok, M Satiri, mengakui keberadaan situs sejarah yang dia kelola saat ini belum diakui Pemerintah Kota Depok. Ia dan warga sekitar, yang sejak 2012 berjibaku menyelamatkan situs sejarah peninggalan Mbah Raden Ujud Beji ini, mengaku kecewa terhadap sikap tak acuh pemerintah.

"Saya butuh pengakuan (Sumur 7 sebagai cagar budaya), bukan dana," kata Satiri kepada detikcom di cagar budaya Sumur 7 Ke-1 di Jalan Kopo, Beji, Depok, Jawa Barat, Rabu (18/1/2017).


Namun, ia berkata, jika akhirnya Pemerintah Depok mengakui keberadaan Sumur 7 Beji, harus ada syaratnya. Yaitu jika akta kepemilikan cagar budaya diubah menjadi milik pemerintah, Satiri akan menolaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tanah saya dari tahun 91, diwariskan ke saya tapi saya tidak mau jual. Maunya dijadikan situs budaya," tutur Satiri.

Dalam Perda Nomor 1/2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Depok Tahun periode 2012-2032, Bab IV tentang Rencana Pola Ruang Wilayah, paragraf 5 tentang Kawasan Cagar Budaya memang Sumur 7 Beji tak termasuk cagar budaya.

Salah satu warga yang turut melestarikan Sumur 7 Beji, Zulkarnaen (53), merasa miris dengan sikap pemerintah yang dinilai tidak menghargai situs sejarah. Ia bercerita telah mencoba mendapatkan legalitas ke berbagai pihak.

"Selama 20 tahun saya sudah lihat keberadaan cagar budaya ini yang begitu miris. Kita coba ke pemerintah, memberikan satu kabar ke Pemerintah Kota Depok, khususnya orang kebudayaannya, dan tidak dapat data di situ," terang Satiri.

Satiri Ingin Sumur Keramat di Beji Diakui Sebagai Cagar BudayaSumur keramat di Depok (Audrey/detikcom)


Zulkarnaen menjelaskan, demi mendapat pengakuan pemerintah, dirinya bersama Satiri pernah mengundang perangkat pemerintah tingkat kecamatan ke sumur ini. Tapi undangan tersebut tidak berbuah hasil manis.

"Kita coba buat proposal kalau ada cagar budaya yang dikelola masyarakat dan itu nol hasilnya," ucapnya. (rvk/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads