Rapat dengan MUI, Wiranto Bicara Kemitraan hingga Hoax di Medsos

Rapat dengan MUI, Wiranto Bicara Kemitraan hingga Hoax di Medsos

Kartika S Tarigan - detikNews
Rabu, 18 Jan 2017 15:26 WIB
Rapat dengan MUI, Wiranto Bicara Kemitraan hingga Hoax di Medsos
Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan salah satu mitra pemerintah dalam mengamankan bangsa. Wiranto menyebut MUI memiliki sejumlah peran tersendiri di tengah masalah negara yang makin beragam.

"Dengan beratnya masalah seperti itu, tentu kehadiran MUI dari awal merupakan partner pemerintah untuk bersama-sama mengamankan negeri ini. Mengamankan masyarakat dari opini negatif. Partner paling tepat adalah MUI," kata Wiranto.

Dia menyampaikan hal itu saat menghadiri rapat pleno Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017). Rapat itu dipimpin oleh Ketua Wantim Din Syamsuddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rapat yang membahas kerja sama pemerintah dengan ulama-ulama yang ada di Indonesia tersebut, Wiranto menuturkan kerja sama dua pihak itu harus dilakukan dengan kompak.

"Kita harus bersama-sama, ulama-umaro (pemerintah) itu betul. Ilmunya ulama kita serap, kemudian bersama-sama bagaimana kita membuat negeri ini aman tanpa saling menyalahkan," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, pemerintah pada dasarnya memiliki pandangan yang sama dengan MUI dan pihak-pihak lainnya.

"Tujuannya sama, mencari sesuatu yang bisa memberikan yang terbaik," ungkapnya.

Wiranto kemudian memaparkan program-program yang sudah dijalankan pemerintah selama ini untuk menjaga kestabilan bangsa. Salah satunya adalah dibentuknya Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

"Karena pungli ini seakan-akan sudah menjadi budaya bangsa," tutur Wiranto di depan peserta rapat.

"Saya bentuk satgas pungli, hasilnya luar biasa. Kami sudah dapat ribuan laporan dari masyarakat, baik dari website, SMS, maupun telepon. Sampai saat ini sudah ada lebih dari 22 ribu laporan masuk yang kemudian kami salurkan," sambungnya.

Selain itu, Wiranto menyampaikan hal lain yang menjadi masalah bangsa. Salah satunya adalah ancaman-ancaman yang telah mengalami banyak perubahan.

"Ada perubahan ancaman yang lebih dahsyat, yakni terorisme, radikalisme, narkoba. Juga sekarang masalah internet," tutur Wiranto.

Dia menyoroti masalah konten-konten yang sejauh ini semakin luas tersebar di internet. Perkembangan internet yang cepat membawa banyak dampak, baik positif maupun negatif, di tengah masyarakat.

"Keuntungannya banyak orang dengan mudah mengakses ilmu. Tetapi ada sisi negatifnya, dengan cepat berita-berita palsu, penghasutan, manipulasi, mengancam dan merusak persatuan serta kesatuan bangsa ini," ungkapnya. (kst/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads