DetikNews
Rabu 18 Januari 2017, 15:14 WIB

Ini Penjelasan PLN Riau-Kepri Soal 35 TKA China yang Diamankan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Ini Penjelasan PLN Riau-Kepri Soal 35 TKA China yang Diamankan Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom
Pekanbaru - Tim Imigrasi Pekanbaru mengamankan 35 tenaga kerja asing (TKA) China yang diduga tidak mengantongi dokumen kerja. Pihak PLN wilayah Riau-Kepri (WRKR) menyebut TKA yang diperkerjakan pasti mengantongi izin.

Manajer Sumber Daya Manusia dan Umum PLN WRKR, Dwi Suryo Abdullah, mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan 35 TKA di kantor imigrasi. Para TKA yang diamankan tengah bekerja di proyek PLTU Tenayan Raya, Pekanbaru.

"Saya tidak terlalu jauh mencampuri bagaimana status 35 TKA itu, karena itu bukan domain saya. Tapi kira-kira beginilah, apa iya bisa masuk orang asing tanpa dokumen," kata Dwi kepada detikcom, Rabu (18/1/2017).

Dwi menjelaskan, proyek PLTU berkapasitas 2x110 MW sejak awal memperkerjakan TKA sesuai dengan kontrak pengerjaan. Pada awalnya ada 300 TKA yang dipekerjakan, namun jumlahnya kini terus berkurang.

Selanjutnya TKA asal China kembali didatangkan untuk kelanjutan proyek pada November 2016. Proyek PLTU tengah dikebut pengerjaannya untuk memenuhi kebutuhan listrik di jalur interkoneksitas di Sumatera.

"Sebagian TKA sudah banyak yang dipulangkan karena habis masa kontraknya. Belakangan ada penambahan lagi, sehingga totalnya hanya tersisa 98 orang. Dari jumlah itu, 35 dalam operasi Imigrasi Pekanbaru diamankan dengan alasan tidak lengkap dokumen," kata Dwi.

Dia memastikan, TKA yang diperkerjakan di PLTU Tenayan Raya selalu dilaporkan ke pihak imigrasi. Begitu pun dengan 35 orang TKA yang akhirnya diamankan imigrasi.

"Ternyata ada aturan bahwa setiap tahun berbeda harus dilaporkan ulang. Kita sebenarnya berencana mau hari ini untuk melaporkan ulang keberadaan TKA itu. Tapi ya sudahlah, karena ada operasi mereka (KTA) diamankan pihak Imigrasi Pekanbaru," kata Dwi.

Untuk memastikan legalitas izin kerja para TKA, pihak PLN WRKR juga berkoodinasi dengan pihak penyalur TKA China. Sebab, pihak agen yang mendatangkan TKA berada di Jakarta.

"Kita lagi berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait soal TKA tersebut. Saya kira tidak mungkinlah mereka masuk ke Indonesia ini tanpa dilengkapi dokumen. Begitu pun kita siap menunggu hasil proses yang dilakukan pihak Imigrasi Pekanbaru," kata Dwi.

Kepala Imigrasi Pekanbaru, Pria Wibawa sebelumnya mengatakan pihaknya mengamankan 35 TKA China tanpa dilengkapi dokumen. Saat ini 35 orang tersebut masih diperiksa.

"Dari 35 TKA itu satu di antaranya perempuan. Apa saja kesalahan mereka, ini yang masih kita dalami," kata Pria kepada detikcom.


(cha/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed