Kasubid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, berdasarkan keterangan dari penjaga Toko Kuna yang bernama Amri, diketahui saat itu korban sedang bersama istrinya dengan mengendarai mobil datang ke toko. Keduanya hendak membuka toko tersebut.
"Saksi bernama Amri menerima kunci toko dari istri korban. Saksi bersama istri korban langsung menuju pintu toko. Pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata," kata Nainggolan dalam keterangannya, Rabu (18/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban kemudian langsung jatuh. Saksi dan sopir korban bernama Irfan langsung menaiki korban ke dalam mobil dan membawa korban ke Rumah Sakit Putri Hijau Medan," ujarnya.
Nainggolan menuturkan, sebelum mendapat pertolongan, korban meninggal dunia. Saat ini, kata dia, jenazah korban masih berada di ruang mayat Rumah Sakit Putri Hijau.
"Kita masih mengumpulkan barang bukti. Untuk motifnya masih dikembangkan. Petugas tengah mengejar terduga pelaku," tutup Nainggolan.
Polisi sudah melakukan olah TKP. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 4 orang saksi.
"Saksi tersebut yakni sopir, penjaga toko dan saksi yang ada di TKP," sambungnya.
Kejadian tersebut berlangsung pada pukul 08.30 WIB. Saat itu Kuna turun dari mobilnya untuk membuka tokonya di di Jalan Ahmad Yani, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Tiba-tiba ada orang tak dikenal menembak Kuna. Setelah kejadian itu, Kuna dibawa ke rumah sakit namun sayang nyawanya tidak tertolong lagi. (rvk/idh)











































