DetikNews
Rabu 18 Januari 2017, 13:35 WIB

Pemanduan Kapal di Selat Malaka Ditargetkan Tahun Ini

Baban Gandapurnama - detikNews
Pemanduan Kapal di Selat Malaka Ditargetkan Tahun Ini Selat Malak (Foto: google maps)
Bandung - Indonesia menargetkan pada tahun ini dapat melayani pemanduan kapal yang melintasi Selat Malaka. Kesiapan pemanduan secara sukarela ini guna memperkuat keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di perairan teritorial Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan selama ini intens berkomunikasi dengan pemerintah Malaysia dan Singapura untuk membahas layanan pemanduan luar biasa (voluntary pilotage services) di Selat Malaka dan Selat Singapura. Kali ini tiga negara pantai tersebut kembali melanjutkan pertemuan di Kota Bandung selama tiga hari atau 18-20 Januari ini guna mematangan komitmen bersama soal layanan pemanduan kapal.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Kelas Utama Makassar, Adolf R Tambunan, optimistis Indonesia segera merealisasikan layanan pemanduan kapal di Selat Malaka pada 2017. Sebab, Selat Malaka dan Selat Singapura memiliki peran penting berkaitan pelayaran internasional.

"Ya (target) secepatnya. Tahun ini sudah siap," ucap Adolf di sela-sela kegiatan Intersessional Meeting of The Working Group on Voluntary Pilotage Services di Hotel Gran Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (18/1/2017).

Pertemuan Indonesia, Malaysia dan Singapura ini, sambung Adolf, merupakan tindak lanjut dari pembahasan Draft of Guidelines on Voluntary Pilotage Services in The Straits of Malacca and Singapore di Yogyakarta pada September 2016 lalu. Kegiatan waktu itu telah difinalisasi dalam salah satu Working Group pada pertemuan 41st Tripartite Technical Expert Group (TTEG).

"Untuk saat ini soal operasionalisasi apa yang disepakati di Yogyakarta. Jadi mengecek masing-masing negara untuk kesiapan tenaga pandu dan sarana prasarana," ujar Adolf.

Acara tersebut dihadiri pejabat eselon 2 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Ministry of Transport Malaysia, dan Maritime and Port Authority (MPA) of Singapore. Tiga negara pantai ini berkomitmen untuk menjaga keselamatan pelayaran, melindungi lingkungan maritim, serta memfasilitasi proses transit kapal yang aman pada kedua selat tersebut.

Adolf berharap hasil pertemuan Intersessional Meeting ini dapat melenggang ke tahap selanjutnya yaitu memfinalisasi submisi kepada International Maritime Organization (IMO) terkait kegiatan layanan pemanduan luar biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura. Sehingga nanti bisa diajukan pada Sidang Maritime Safety Committee (MSC) ke-98 di Markas Besar IMO bulan Februari dan Juni 2017 mendatang.

"Bentuknya nanti pemberitahuan atau rekomendasi," kata Adolf.

Pasal 198 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran menjelaskan: Yang dimaksud dengan 'perairan wajib pandu' adalah wilayah perairan yang karena kondisinya wajib dilakukan pemanduan bagi kapal berukuran GT 500 (lima ratus Gross Tonnage) atau lebih. Dan yang dimaksud 'perairan pandu luar biasa' adalah suatu wilayah perairan yang karena kondisi perairannya tidak wajib dilakukan pemanduan tetapi apabila nakhoda memerlukan dapat mengajukan permintaan jasa pemanduan.

Lebih lanjut Adolf menuturkan, Kementerian Perhubungan sudah menunjuk PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I sebagai operator yang memandu kapal asing dan domestik di Selat Malaka. "Ini sebagai pelimpahan fungsi pemerintahan. Pelindo menyiapkan tenaga pandu, kapal pandu, kemudian stasiun pandu. Nanti kita informasikan hal itu ke dua negara (Singapura dan Malaysia)," tutur Adolf.

Pemanduan Kapal di Selat Malaka Ditargetkan Tahun IniFoto: Intersessional Meeting of The Working Group on Voluntary Pilotage Services (Baban-detikcom)


Pelaksanaan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal pada perairan pandu luar biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura telah diberikan kepada PT. Pelindo I berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. BX 428/PP 304 tanggal 25 November 2016.

Direktur Utama PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengaku sudah menyiapkan tenaga pandu dan kapal pandu terkait teknis pemanduan di Selat Malaka. "Kita optimistis bisa melakukan tugas dengan baik," ucap Bambang singkat di tempat sama.


(bbn/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed