Sumarsono: Proyek Sky Hospital RSUD Tarakan Kebanggaan Jakarta

Galang Aji Putro - detikNews
Rabu, 18 Jan 2017 13:20 WIB
Sumarsono meresmikan proyek Sky Hospital (Galang/detikcom)
Sumarsono meresmikan proyek Sky Hospital (Galang/detikcom)
Jakarta - Plt Gubernur DKI Jakarta meresmikan dimulainya pembangunan Sky Hospital RSUD Tarakan, Jakarta. Dia mengatakan rumah sakit itu adalah proyek kebanggaan Jakarta.

Pria yang akrab disapa Soni itu menyebutkan RSUD Tarakan memiliki sejarah yang panjang. Katanya, RSUD Tarakan berawal dari kelas C hingga menjadi kelas A. Proses pembangunannya pun berjalan lancar.

"Ini proyek kebanggaan Jakarta. Sempat diributkan di awal, tapi inilah proyek yang tidak mengalami penundaan. Lelang jalan terus, sampai pada manajemen konsultan, sampai proses konstruksi," ucap Soni di RSUD Tarakan, Jl Kyai Caringin, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017).

Soni menyadari proyek itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan publik yang sangat mendesak. Dia pun mensyukuri proyek pertama yang menggunakan APBD 2017 tersebut tidak mengalami penundaan.

"Kita hanya punya waktu 12 bulan. Alhamdulillah, dengan percepatan APBD yang selesai pada akhir 2016, sehingga kontrak pun tidak mengalami penundaan. Jadi kontrak sudah dilakukan, tidak ada alasan untuk tidak selesai bulan Desember, karena itu targetnya," imbuhnya.



Menurut Soni, Sky Hospital RSUD Tarakan akan menambah sekitar 120 ranjang. Selain itu, akan terdapat berbagai fasilitas yang mengalami peningkatan serta pelayanan yang semakin lengkap.

"Ada dokter spesialis, nanti akan kita minta keterangan lengkap dari Kadis Kesehatan atau Dirut RS. Yang penting adalah anggarannya Rp 243 miliar totalnya untuk tahun ini," papar Soni.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Tarakan Togi Asman Sinaga menyatakan RSUD Tarakan akan menjadi pusat rujukan bagi pasien dari rumah sakit lain di tingkat provinsi. Untuk mencapai target itu, pihaknya akan mengembangkan pelayanan di bidang subspesialis.

"Sekarang itu kita sudah punya 34 spesialis dengan 15 subspesialis. Justru itu, Sky Hospital kita butuh space untuk pelayanan itu. Seperti jantung, kalau di tempat lain kan belum ada operasi jantung, kalau di sini sudah bisa operasi jantung dengan ahli yang kita miliki," ucap Togi.

Togi pun memaparkan Sky Hospital akan menyediakan pelayanan rawat inap. Selain itu, beberapa pelayanan akan tersedia di rumah sakit tersebut.

"Ada tindakan poli rawat jalan, farmasi. dan penerimaan pasien rujukan," kata Togi.

Togi pun menjelaskan alasan adanya perdebatan dalam proyek itu. Dia menyebutkan saat ini pihaknya sudah melengkapi perizinan dan syaratnya.

"Kalau soal aturannya kan sudah dari awal, sudah kita lengkapi perizinannya, Pergub soal pembangunan di atas air dan jalan. Prinsipnya sudah disetujui dan izinnya sudah ada. Jadi kita melangkah ini sudah dengan syarat yang lengkap," ujarnya. (rvk/idh)