Butuh Rp 50 Juta Memperbaiki Taman Rusak Akibat Ulah Pendemo

Butuh Rp 50 Juta Memperbaiki Taman Rusak Akibat Ulah Pendemo

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 18 Jan 2017 12:58 WIB
Butuh Rp 50 Juta Memperbaiki Taman Rusak Akibat Ulah Pendemo
Foto taman yang rusak (Angling/detikcom)
Semarang - Pemkot Semarang harus mengeluarkan kocek Rp 50 juta untuk memperbaiki taman yang dirusak pengunjuk rasa di Jalan Pahlawan. Tanaman-tanaman yang mati harus diganti dan kondisi tanah harus diperbaiki, termasuk diberi pupuk.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang Jais Suyono mengatakan ada tiga jenis tanaman yang rusak, yaitu bayeman, ganyong, dan hema. Kondisinya patah, mati, dan rusak karena terinjak.

"Ya ini diperbaiki, insya Allah hari ini sampai sore pun kita perbaiki. Ini yang rusak sepanjang sekitar 20 meter," kata Jais saat mendampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau taman yang rusak di Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (18/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 Butuh Rp 50 Juta Memperbaiki Taman Rusak Akibat Ulah PendemoFoto: Angling/detikcom


Untuk memperbaiki taman tersebut, digunakan dana pemeliharaan yang sudah ada. Diperkirakan perbaikan ini menghabiskan dana Rp 50 juta untuk membeli tanaman hingga membayar jasa petugas yang memperbaiki.

"Kita pakai dana untuk pemeliharaan. Sudah ada sekitar Rp 50 juta," ucapnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kecewa karena taman yang dipelihara tiap hari itu rusak. Ia pun berusaha agar taman di Jalan Pahlawan tersebut segera dibenahi dan berharap para pengunjuk rasa tidak lagi mengulangi tindakan tersebut.

"Saya terus terang saya sama Bu Ita (Wakil Wali Kota) kecewa dengan ini. Akan kita perbaiki," ujar Hendrar.

Dari pantauan detikcom, kerusakan terjadi di seberang kantor DPRD Jawa Tengah ke arah selatan sepanjang sekitar 20 meter. Unjuk rasa dilakukan pendemo pada Selasa (17/1/2017) kemarin. Ada beberapa kelompok dengan tuntutan berbeda yang melakukan aksi dengan posisi berdekatan. (alg/nwy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini