"Kami mendapat support luar biasa dari pimpinan dan prajurit TNI di lapangan, terutama saat bencana alam. Bencana alam itu hilirnya," ungkap Khofifah setelah memberikan materi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/1/2017).
Hulu dalam permasalahan penanggulangan bencana khusus di Kemensos adalah soal bagaimana persiapan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana). Pelatihan para personel Tagana itu dibantu oleh TNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dapat support dari TNI yang memberikan penguatan skill dan itu terus berjalan. Setiap tahun selalu ada kualifikasi dari Tagana Pratama menjadi Tagana Madya," lanjutnya.
Kerja sama antara Kemensos dan TNI sendiri banyak dilakukan saat penanganan bencana alam. Prajurit TNI menjadi salah satu komponen utama di lapangan yang memberikan bantuan ketika bencana terjadi.
"Kalau di lapangan itu pada dasarnya setiap terjadi bencana alam komandannya adalah daerah, misalnya ketika di Garut, Dansatgas-nya Danrem, tergantung kesepakatan mereka," jelas Khofifah.
Koordinasi antara Kemensos dan pasukan TNI di daerah selalu dilakukan dalam upaya penanganan penanggulangan bencana, terutama kepada para komandan satuan.
"Biasanya Dandim atau Danrem diminta supaya koordinasi lintas daerah, biar bisa lebih cepat menggerakkan pasukan. Pada dasarnya setiap terjadi bencana komandannya adalah pemerintah kota/kabupaten setempat. BNPB koordinator nasionalnya," Khofifah menerangkan.
Rapim TNI 2017 sudah memasuki hari ketiga. Sejumlah menteri dan kepala lembaga diminta mengisi materi kepada peserta rapim, yang meliputi pejabat atau panglima komando utama. Ada 184 perwira tinggi dari TNI dan 78 perwira tinggi dari Polri. (elz/dhn)











































