Dari pantauan di lokasi pagi ini, petugas kebersihan sudah mulai merapikan tanaman-tanaman yang patah dan tanah yang rusak di pinggir taman. Ada tiga jenis tanaman yang rusak yaitu tanaman Bayeman, Ganyong, dan Hema.
Foto: Angling/detikcom |
Selain tanaman yang ambruk, masih tersisa spanduk lusuh bertuliskan "Penjarakan Kami kalau kamu bisa, bunuhlah kami kalau kamu tega" berwarna merah dengan gambar daun di ujung kanan bawah.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang mendapatkan laporan tersebut pagi tadi meninjau langsung ke lokasi. Saat melihat taman yang rusak, Hendrar juga sempat kaget menemukan pengki yang sudah penyok bekas diinjak-injak pendemo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendrar kecewa dengan tindakan sebagian pengunjuk rasa yang tidak memperhatikan bahkan merusak taman di sekitarnya. Padahal taman tersebut dirawat setiap hari oleh petugas.
"Saya terus terang saya sama bu Ita (Wakil Wali Kota) kecewa dengan ini. Akan kita perbaiki," ujar Hendrar.
Foto: Angling/detikcom |
Perbaikan taman pun diupayakan diperbaiki dan selesai sore nanti. Sejak pagi petugas kebersihan juga sudah mencabut dan merapikan tanaman yang patah dan mati.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Hendrar akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang untuk tidak hanya menjaga massa unjuk rasa namun juga aset termasuk taman.
"Evaluasi kita pasti ngomong ke kawan Satpol, nanti kalau demo yang dijaga jangan cuma orangnya, tapi aset pemerintah juga, taman juga dijaga. Namanya banyak orang ya susah mengatur satu persatu," tandas Hendrar.
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan, pihaknya seolah merasakan kekecewaan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang pernah marah karena ada taman kota yang dirusak.
"Saya enggak maedo (heran) kalau Bu Risma marah, rasanya seperti ini. Coba kalau rumah mereka halamannya di rusak," ujar Hevearita.
Untuk diketahui, hari Selasa (17/1/2017) kemarin unjuk rasa dilakukan tiga kelompok. Awalnya para nelayan kemudian dilanjutkan unjuk rasa dari dua pendemo berbeda yaitu petani tembakau dan penolak pabrik Semen di Rembang.
Saling dorong dan lempar botol air mineral sempat terjadi antara dua kelompok pendemo meski tidak berlangsung lama. Belum diketahui pasti siapa yang menyebabkan tanaman di taman itu rusak. Namun lokasinya berada di seberang pagar kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah sepanjang 20 meter ke arah selatan.
(alg/nwy)












































Foto: Angling/detikcom
Foto: Angling/detikcom