Bersama PGI dan KWI, Jokowi Bahas Problem Intoleransi

Bersama PGI dan KWI, Jokowi Bahas Problem Intoleransi

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 18 Jan 2017 11:05 WIB
Bersama PGI dan KWI, Jokowi Bahas Problem Intoleransi
Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Presiden Jokowi menemui Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Mereka membahas problem intoleransi yang marak dewasa ini.

Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jl Majapahit, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017) pagi.

Seusai pertemuan, perwakilan PGI memberikan keterangan. Mereka adalah Ketua Umum Henriette Tabita Hutabarat, Ketua Albertus Patty, dan Sekretaris Umum Gomar Gultom. "Kami membahas agar masalah intoleransi bisa diatasi. Bapak Presiden tadi mengatakan itu sedang dikerjakan. Peranan semua kelompok masyarakat sangat penting," kata Henriette.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gomar Gultom menambahkan Jokowi bersama jajarannya akan berusaha mengatasi masalah intoleransi ini. Akar masalah intoleransi adalah kesenjangan sosial dan pendidikan. "Maka pemerintah berusaha mengurangi kesenjangan dan melakukan pendekatan pemerataan (ekonomi)," kata Gomar.

Pendidikan terkait kebhinnekaan juga akan dikuatkan, terutama pada level pendidikan dasar. PGI akan mendukung penguatan pada kedua aspek itu, yakni ekonomi dan pendidikan.

"Melalui sekolah-sekolah. Pendidikan kebhinnekaan agar dijunjung tinggi," kata dia.

Albertus Patty menyatakan konflik bernuansa intoleransi terjadi tidak hanya dilatarbelakangi ekonomi dan pendidikan, melainkan juga ada instrumen agama demi kepentingan politik. Meski demikian, Jokowi dinyatakannya tak menyebut pihak yang berbuat demikian.

"Beliau katakan, di balik peristiwa (intoleransi) ini, perlu dana banyak sekali. Itu tidak lepas dari kepentingan politik. Jadi masyarakat harus kritis. Kelihatannya ada nuansa agama, tapi ternyata tidak," tutur Albertus. (dnu/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads