Tak Ada Diskriminasi Umat Islam di Thailand Selatan
Rabu, 13 Apr 2005 00:04 WIB
Jakarta - Direktur Centre for Moderete Muslim (CMM) Tarmizi Taher menyatakan, tak melihat adanya diskriminasi terhadap umat Islam di Thailand Selatan. "Universitas Islam di Yala berkembang dengan baik dan memiliki kampus yang bagus," kata Tarmizi usai memberikan ceramah kepada peserta penyuluhan HIV/AID dan Narkoba bagi pemuka Agama di Jakarta, Selasa (12/4/2005) seperti siaran pers Departemen Agama yang diterima detikcom di Jakarta. Ulama dan intelektualIslam Thailand Selatan, kata Tarmizi, sangat berkeinginan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi Islam di Indonesia, bahkan dia berharap ada guru besar Indonesia yang mau mengajar secara periodik di Islamic College, Yala, dan di Universitas Songkla, Thailand Selatan.Tarmizi Taher dan rombongan CMM berkunjung ke Thailand Selatan 5 - 8 April 2005 dan mengadakan dialog dengan ulama dan intelektual muslim. Selain itu, rombongan juga berdialog dengan 9 tokoh muslim Thailand anggota komisi rekonsiliasi nasional.Menurut Tarmizi, komisi rekonsiliasi nasional Thailand saat ini sedang mencari masukan dari berbagai pihak dalam rangka menyelesaikan peristiwa Narathiwat 2 tahun lalu. "Ternyata visi anggota komisi Rekonsiliasi Nasional tersebut sama dengan CMM, mereka mengidealkan Islam yang moderat, bukan Islam yang menyukai kekerasan dalam menyelesaikan persoalan umat," ujar mantan menteri agama di masa pemerintahan mantan Presiden Soeharto ini.
(mar/)











































