Hadiri Maulid Nabi, Annisa Pohan Minta Doa Restu untuk Agus-Sylvi

Hadiri Maulid Nabi, Annisa Pohan Minta Doa Restu untuk Agus-Sylvi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 18 Jan 2017 02:47 WIB
Hadiri Maulid Nabi, Annisa Pohan Minta Doa Restu untuk Agus-Sylvi
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Annisa Pohan, istri calon Gubernur DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono, menghadiri acara Maulid Nabi. Dalam kesempatan tersebut, Annisa minta doa restu untuk pasangan Agus-Sylvi.

Annisa tiba pukul 21.37 WIB di acara Maulid Nabi di Jalan Layur RT 09 RW 11 Jati, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (17/1/2017). Annisa memakai busana muslim serbahitam.

"Intinya, kami mohon doa restu karena perjuangan sangat berat. Ini banyak gangguan, namanya juga politik," katanya saat memberikan sambutan di acara Maulid Nabi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Annisa juga sempat berpantun ketika membuka sambutannya.

"Bolehkah saya berpantun? Jalan-jalan naik delman, jalannya mentok ke jalan buntu. Kenalin dulu Anissa Pohan, jurkamnya pasangan nomor satu," ujar Annisa.

Dia mengaku kedatangannya ke acara tersebut mewakili pasangan Agus-Sylvi. Dia juga menyampaikan pesan dari pasangan Agus-Sylvi, yang ingin membangun Jakarta bersama rakyat.

"Saya sebagai jurkam menyampaikan pesan dari Mas Agus dan Mpok Sylvi. Pesannya, niat mereka baik untuk berjuang bersama rakyat, akan membangun Jakarta tanpa menyakiti," tambahnya.

Di akhir sambutannya, dia mengimbau kepada warga yang hadir untuk tidak mempercayai berita-berita yang menyudutkan pasangan nomor urut 1.

"Kalau Bapak-Ibu mendengar berita-berita yang agak aneh yang menyudutkan pasangan nomor urut 1, jangan dipercaya begitu saja. Karena sekarang banyak berita yang tidak sesuai," imbaunya.

Kemudian dia mencontohkan salah satu berita, kalau gubernurnya ganti, Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) akan dihapus.

"Contohnya, kalau gubernurnya ganti, KJP dan KJS akan dihapus, itu bohong ya. KJP-KJS itu kan hak rakyat, uangnya uang rakyat, masak nggak kita berikan, betul? Jadi, kalau ada kabar gubernurnya ganti, KJP-KJS akan dihapus, itu nggak benar, ya. Kalau ada rezeki, insya Allah malah akan kita tambah," pungkasnya. (jor/aik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads