Berdasarkan informasi yang didapat, lima orang, yang diduga merupakan empat anggota Marinir dan seorang warga sipil, mendatangi rumah Imron pada Senin (16/1) malam dengan menggunakan mobil Innova. Kelimanya, yang mengaku anggota kepolisian dari Polda Lampung, lalu membawa Imron.
Tak berapa lama, Imron lalu menghubungi istrinya, Indarwati, dan mengatakan baru bisa pulang jika disiapkan uang sebesar Rp 80 juta. Istri korban lalu melapor ke Polres Lampung Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pelaku berinisial Praka I terkena tembakan polisi, lalu dibawa ke RS Harapan Bunda Seputih Jaya. Pihak POM TNI AL sudah mendatangi Polres Lampung Tengah dan membawa tiga pelaku dari Marinir, sementara Praka I masih berada di rumah sakit.
Ketiga anggota Marinir yang dibawa itu adalah Praka W, Praka L, dan Mayor S. Sementara itu, warga sipil yang terlibat dalam peristiwa ini yang berinisial AR diturunkan oleh empat anggota Marinir itu dari mobil saat kejadian.
Saat dikonfirmasi tentang hal itu, pihak Marinir mengaku masih melakukan penyelidikan terkait masalah ini.
"Masih dalam penanganan intel yang sedang menyelidiki kejadiannya," ungkap Kadispen Marinir Letkol Akhmad Hanifa saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/1/2017).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih menyatakan saat ini situasi di Lampung Tengah sudah kembali kondusif. Penanganan pelaku dalam kejadian itu diserahkan kepada TNI AL.
"Sudah kondusif di Lamteng, (penanganan pelaku) dikembalikan ke Marinir. Situasi sudah kondusif," terang Sulistyaningsih saat dihubungi terpisah, Selasa (17/1).
(ear/dha)










































