Cagub Banten Wahidin: Saya Mau Lawan Jakarta

Pilgub Banten 2017

Cagub Banten Wahidin: Saya Mau Lawan Jakarta

Ahmad Ziaul Fitrahudin - detikNews
Selasa, 17 Jan 2017 19:45 WIB
Cagub Banten Wahidin: Saya Mau Lawan Jakarta
Foto: Cagub Banten Wahidin Halim/ Bachtiar detikcom
Jakarta - Calon gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim ingin provinsi paling ujung pulau Jawa itu menjadi poros niaga Indonesia. Menurut Wahidin, infrastruktur di Banten tidak kalah seperti Jakarta yang bisa menunjang kegiatan niaga nasional.

Cagub yang berpasangan dengan cawagub Andika Hazrumy itu mengatakan, fasilitas niaga seperti pelabuhan, bandara, dan pertanian bisa menjadi daya saing Banten dengan kota besar lainnya. Jika terpilih, dia berjanji memajukan sektor perekonomian dan bersaing dengan Jakarta.

"Makanya, saya mau lawan Jakarta. Kita akan berkompetisi, bersaing. Tapi kita bermanusiawi. Itu makanya harus menjadi pusat kota," kata Wahidin di kediamannya di Jl. Hasyim Ashari, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, Selasa (17/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, Wahidin menjelaskan, Banten pernah menjadi pusat perdagangan internasional pada saat masa kolonial Belanda. Kondisi geografis Banten yang masih hijau dan luas dianggap memiliki potensi alam yang mendukung menjadi pusat niaga nasional.

"Kita lihat dari histori, kenapa Belanda menarik kereta api Anyer ke Panarukan? Lebak dahulu peranannya luar biasa sebagai pusat pendidikan. Kita juga harus belajar kenapa ada di situ. Kita juga lihat, kenapa dahulu Belanda datang ke Banten? Membangun pelabuhan di Banten," jelas Cagub yang diusung Demokrat, Golkar, Hanura, PKS, PAN, PKB dan Gerindra itu.

"Kalau dilihat dari hamparan luasnya Banten, cukup luas. Lebak, Pandeglang, Serang kan sekarang dari kondisi lahannya kan cukup tersedia. kita juga masih punya hutan luas yang belum dieksplore. Kantor-kantor perdagangan kan ada di sini (Banten). Ada pelabuhan Bojonegara. Ada Bandara Soekarno Hatta. Kenapa tidak dioptimalkan untuk Banten?" lanjutnya.

Menurut Wahidin, ibu kota Jakarta saat ini dianggap tidak relevan menjadi pusat niaga nasional. Dia mengatakan sudah saatnya pemerintah pusat memisahkan antara pusat perniagaan dan pusat pemerintahan.

"Saya udah pernah kritik, Jakarta jadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat perkantoran. Itu yang membuat Jakarta tambah beban. Persoalan Jakarta sudah kompleks. Australia saja, pusat perbelanjaan dan pusat pemerintahan berbeda. Canbera sepi karena sebagai pusat pemerintahan," ucap Wahidin.

"Kenapa tidak dioptimalkan untuk Banten? Jadi masih banyak pilihan di Banten. Mau jadi pusat pemerintahan kah? Mau jadi pusat perdagangan kah? Mau jadikan area industri? Tapi industri yang padat karya, industri yang harus banyak menggunakan tenaga manusia bukan Industri mesin," tambahnya. (azf/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini