Sandiaga Janjikan Rumah Murah Tanpa DP, Cicilan 36 Tahun

Dinamika Pilgub DKI

Sandiaga Janjikan Rumah Murah Tanpa DP, Cicilan 36 Tahun

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 17 Jan 2017 18:22 WIB
Sandiaga Janjikan Rumah Murah Tanpa DP, Cicilan 36 Tahun
Sandiaga kampanye di Mampang (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, berkampanye menyapa warga Mampang, Jakarta Selatan. Warga yang mayoritas mengontrak rumah minta diadakan rumah murah.

Saat itu Sandiaga tengah menyampaikan visi dan misinya di RT 05 RW 03 Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2017). Seorang warga kemudian minta dibuatkan program rumah.

"Pak, warga di sini kan banyak yang ngontrak. Kalau bisa, mau diciptakan rumah murah, Pak. Biar nggak ngontrak lagi," kata seorang warga kepada Sandiaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi keluhan warga, cawagub nomor urut 3 itu mengatakan program rumah murah telah direncanakan jauh hari. Program rumah murah yang diusung Sandiaga adalah rumah murah tanpa uang muka (DP).

"Ibu, untuk rumah murah, kita sudah punya programnya. Kami punya rumah murah tanpa DP," jawabnya.

Rumah murah tanpa DP ini menjadi programnya agar warga memiliki pilihan untuk membeli dan memiliki rumah. Cicilan rumah murah tanpa DP ini dikatakan Sandiaga memiliki waktu yang panjang.

"Kita akan ciptakan rumah murah tanpa DP supaya ada opsi bagi warga, ada pilihan yang mau tinggal di rumah murah tanpa DP itu. Dan nanti cicilannya itu panjang sekali, Bu, bisa 30-36 tahun," katanya.

"Tapi nanti kalau sudah mengambil rumah, dibayar ya cicilannya, jangan nanti sudah nyicil nggak dibayar," ujarnya lagi.

Model rumah murah yang akan dibangun Sandiaga adalah rumah vertikal dan rusunami. Harapannya, warga Jakarta dapat memiliki rumah dan tidak lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk mengontrak rumah.

"Di sini kita harapkan warga itu nggak ngontrak lagi, nggak bayar kontrakan per bulan yang cukup mahal. Tapi mereka juga bisa ikut cicil dan memiliki rumah. Modelnya harus vertikal, modelnya kampung deret, rusunami," jelas Sandiaga kepada wartawan.

Sandiaga juga akan mengkaji ulang program tersebut. Hal ini agar warga yang telah mengontrak rumah dalam jangka panjang tidak memiliki masalah di kemudian hari jika berganti gubernur.

"Kita akan kaji ulang kebijakan yang bagus untuk masyarakat untuk memiliki rumah sendiri. Jadi masyarakat kan pingin juga punya rumah murah, jadi program rusunami itu sebetulnya sangat realistis kalau diteruskan. Ini menyangkut biaya hidup yang lebih terjangkau buat mereka," pungkasnya. (nvl/imk)


Berita Terkait