"Saya sedang menikmati beberes Bandung. Soal banjir lagi fokus tahun ini, biar selesai. Karena saya percaya demokrasi hari ini bukan demokrasi jualan pencitraan, sudah lewat. Tapi jualan karya," ujar pria yang karib disapa Emil ini di pendapa Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Selasa (17/1/2017).
Dia ingin citra yang muncul mengenai dirinya karena karya, bukan pencitraan. "Semakin banyak karya, itulah si pencitraannya. Bukan digoreng seolah-olah ini-itu," kata Emil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kriteria pemimpin itu kan banyak, harus merakyat, bijaksana, tegas, cerdas. Nggak boleh cacat. Manusia Indonesia mencari super-human," kata dia.
"Saya mencoba jadi manusia biasa. Makanya, kalau galau saya tampilin, lagi romantis saya tampilin secukupnya. Kalau lagi heureuy (bercanda), apa adanya. Nggak mau tampil baik-baiknya doang," pungkasnya.
(dnu/dnu)











































