Dilaporkan ke Polda Bali, Munarman: Ini Lucu

Dilaporkan ke Polda Bali, Munarman: Ini Lucu

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 17 Jan 2017 17:51 WIB
Dilaporkan ke Polda Bali, Munarman: Ini Lucu
Munarman, kanan (Hasan Al Habshy/detikcom)
Jakarta - Juru bicara FPI Munarman dilaporkan oleh 20 warga Bali ke Polda Bali. Menurut Munarman, pelaporan tersebut merupakan politik adu domba.

Awalnya, Munarman menjelaskan GNPF-MUI meminta Komisi III DPR untuk mengawasi program profesional, modern, terpercaya (Promoter) dari Polri karena dia menduga ada oknum yang menyalahgunakan program Promoter. Setelah itu, Munarman menceritakan soal pelaporan dirinya ke Mapolda Bali.

"Dasar laporan saya di Polda Bali, anak semester I belajar hukum pidana belajar locus delicti (tempat kejadian perkara) tidak berwenang Polda Bali memeriksa laporan yang kejadian bukan di tempat kejadian dia. Ini apa? Menurut saya ini lucu, ini bukti politik adu domba," jelas Munarman saat audiensi dengan Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Munarman berkemeja biruMunarman, berkemeja biru (Andhika Prasetia/detikcom)


Selain Munarman, imam besar FPI Habib Rizieq Syihab angkat bicara soal pelaporan Munarman. "Munarman dibidik kira-kira apa yang bisa, beberapa bulan lalu wawancara dengan Kompas seputar kejadian di Serang di bulan Ramadan ada warung dipaksa tutup masyarakat karena ada aturan, media-media membicarakan," ujar Rizieq.

Namun Rizieq mengatakan tetap menghormati keputusan pemerintah Bali. Rizieq menduga ada pihak yang ingin melaporkan Munarman.

"Karena keputusan pemerintah Bali kita hormati, umat Islam nggak protes. Nah, wawancara Munarman dikorek-korek, kemudian beberapa orang Bali didorong polisi buat laporan," terang Rizieq.

"Munarman bilang kan ada aturan di Bali, setiap Nyepi nggak ada rumah makan yang buka. Kalau buka, didatangi pecalang, polisi mendorong pecalang, menyebut itu penghinaan terhadap pecalang. Nah, pecalang melapor. Ini rekayasa luar biasa," sambung Rizieq.

Baca juga: Lagu Indonesia Raya Iringi Pelaporan Munarman ke Polda Bali

Sebelumnya, sekitar 20 warga Bali dari berbagai elemen melaporkan Munarman ke Mapolda. Lagu 'Indonesia Raya' mereka nyanyikan sebelum memasuki ruangan SPKT.

"Mereka berani nggak mencium Merah Putih dan Garuda Pancasila? Saya kira tidak. Inilah, kita mohon diselidiki karena ini momentum menjelang Pilpres 2019 yang sudah dekat sehingga mereka mencoba mengganggu demokrasi yang ada di Indonesia," kata perwakilan pelapor dari Patriot Garuda Nusantara Pariyadi di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Senin (16/1).

Laporan atas Munarman ini dilengkapi video berjudul 'FPI Datangi & Tegur Kompas Terkait Framing Berita Anti Syariat Islam' yang diunggah oleh akun Markaz Syariah di YouTube pada 17 Juni 2016. Munarman menyatakan rumah warga dilempari batu dan dilarang salat Jumat oleh pecalang pada menit ke-15 detik ke-16.






(dkp/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads