"Apa yang harus dimediasi? Bu Mega maupun PDI Perjuangan tidak punya masalah atau sengketa hukum dengan Pak Rizieq. Kalau secara politik pun tidak ada alasannya untuk mediasi," jelas Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parera melalui pesan singkat kepada detikcom, Selasa (17/1/2017).
Baca Juga: Tak Laporkan Mega, Habib Rizieq: Supaya Polisi Bisa Memediasi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Ibu Mega berbicara sesuatu, ada legitimasi politik yang jelas yang bisa dipertanggungjawabkan secara publik, demi kepentingan, baik PDI Perjuangan yang beliau pimpin maupun demi kepentingan bangsa ini," ujar Andreas.
"Yang pasti, Ibu Mega sangat hemat berbicara dan, kalau beliau bicara, tentu punya dasar yang jelas dengan bobot politik dan moral kenegaraan yang bisa dipertanggungjawabkan," sambungnya.
Baca Juga: Hasto: Ibu Mega Susun Sendiri Pidatonya soal Peramal Masa Depan
Sebelumnya, meski mempersoalkan pidato Megawati Soekarnoputri, Habib Rizieq Syihab memilih tidak melaporkan Ketum PDIP tersebut. Namun Rizieq meminta ada mediasi.
"Karena saya sudah nonton secara utuh video Megawati 10 kali, saya menyimpulkan penistaan agama dan suku bangsa. Supaya polisi bisa memediasi, kami menahan diri untuk melapor," ujar Rizieq di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, tadi siang.
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan keseluruhan pidato tersebut disiapkan sendiri oleh Megawati. Tentunya melalui perenungan yang mendalam, khususnya menyangkut kondisi Tanah Air akhir-akhir ini.
"Keseluruhan pidato Ibu Megawati dipersiapkan oleh beliau melalui perenungan yang mendalam, kontemplasi dengan rasa cinta kepada bangsa dan negara, dan disampaikan dengan lantang untuk bangsa dan negara Indonesia," kata Hasto saat berbincang dengan detikcom, Selasa (17/1).
(dkp/imk)











































